Secure Parking Terapkan Flap Lock, Teknologi Parkir yang Dibawa dari Jepang

AKURAT.CO PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking Indonesia/SPI) mulai menerapkan teknologi Flap Lock di sejumlah lokasi premium di Jakarta.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengatur akses kendaraan sekaligus memberikan penanda area parkir yang lebih khusus bagi pengguna.
Managing Director Secure Parking Indonesia, Rustam Rachmat, mengatakan, Flap Lock yang digunakan SPI bukan teknologi baru.
Teknologi tersebut sebelumnya telah lama diterapkan di Jepang dan baru dapat dibawa serta diterapkan di Indonesia setelah melalui proses riset dan mempertimbangkan investasi.
“Kita telah terapkan sebanyak 8-10 tempat parkir di wilayah Indonesia. Dalam hal ini, ada faktor dri investasi dja biayanya dan faktor dari teknologi ini kuta research lama,” ujar Rustam, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah memiliki rencana membawa teknologi tersebut ke Indonesia sejak sekitar 10 tahun lalu. Namun, saat itu penerapannya masih terkendala karena teknologi tersebut secara khusus digunakan di Jepang.
“Jadi, sebenarnya teknologi ini sudah lama diterapkan di Jepang dan saya ingin membawanya sekitar 10 tahun lalu namun agak sulit karena memang teknologi ini dikhususkan hanya di Jepang dan sulit untuk dibawa namun saat ini sudah dapat diterapkan di Indonesia dan berhasil,” katanya.
Salah satu lokasi penerapan Flap Lock berada di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan parkir SPI di tengah ekspansi bisnis perusahaan.
Dalam hal ini, SPI mengelola operasional parkir di Pondok Indah Mall (PIM) 1, PIM 2, PIM 3, PIM 5, serta Pondok Indah Office Tower (PIOT).
Rustam menyatakan, pihaknya menargetkan penambahan 118 lokasi parkir pada 2026. Di tengah jumlah lokasi yang saat ini dikelola perusahaan sekitar 1.700 tempat parkir. Di kawasan Pondok Indah sendiri, SPI mengelola kapasitas agregat sekitar 10.000 kendaraan di lima area dengan operasional selama 24 jam.
“Setiap area memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Tantangannya adalah bagaimana kami menyesuaikan operasional tanpa mengurangi standar layanan,” ujarnya.
Selain Flap Lock, SPI juga menggunakan sejumlah teknologi untuk mendukung operasional, antara lain Epsilon Parking System (EPS), sistem parkir berbasis cloud dengan kontrol dan monitoring terpusat, serta eNOS (Epsilon No Scan No Tap) yang memungkinkan kendaraan teridentifikasi menggunakan License Plate Recognition (LPR).
Baca Juga: Pramono Pastikan Penertiban Parkir Liar Tak Pandang Bulu, Termasuk Mobil Mewah
Menurut Rustam, penggunaan teknologi tetap harus berjalan bersama sumber daya manusia dan sistem operasional.
“Teknologi membantu kami bekerja lebih efektif, tetapi kualitas layanan tetap ditentukan oleh bagaimana sistem dan SDM bekerja bersama,” ujarnya.
SPI menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10 persen pada 2026. Perusahaan akan mengombinasikan ekspansi lokasi dengan penguatan operasional dan pengembangan teknologi.
“Pertumbuhan bukan hanya tentang bertambahnya lokasi. Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap lokasi dapat kami layani dengan standar operasional dan kualitas layanan yang konsisten,” kata Rustam.
Sementara, Assistant Carpark Manager (ACPM) SPI, Vicky Kurniawan, menjelaskan, pengguna Premium Area yang menggunakan flap lock cukup masuk melalui marka yang telah disediakan. Di wilayah PIM 5, terdapat lima marka untuk area tersebut.
“Terkait Premium Area Flap Lock untuk masuk masuk di area flap lock itu uh customer nanti uh bisa tinggal masuk aja. Masuk ke area di marka yang sudah disediakan,” jelasnya.
Baca Juga: Dishub Jakarta Tertibkan Parkir Liar, 11 Jukir Ilegal Diamankan
“Kalau kita di Pondok Indah itu ada lima marka di PIM 5. Ada lima marka, nanti bisa masuk melewati unit flap lock tersebut,” tambahnya.
Vicky menerangkan, setelah kendaraan berhenti dan sensor tidak lagi mendeteksi pergerakan, sistem akan bekerja secara otomatis.
“Ketika masuk, nanti setelah dia turun, biasanya mesin akan uh menghitung. Setelah Sensornya mendeteksi tidak ada pergerakan lagi dari mobil, 20 detik berikutnya uh swing flap lock tersebut akan naik, menyesuaikan dengan ketinggian kendaraan Lalu mengunci, seperti itu,” jelasnya.
Untuk proses keluar atau pembayaran, pengguna dapat menggunakan monitor yang tersedia di area tersebut.
“jika nanti ingin keluar atau ingin membayar uh customer bisa langsung ke display uh ke display monitor yang sudah disediakan di area tersebut,” kata Vicky.
Ia mengatakan, tarif premium area ditentukan oleh manajemen gedung. Untuk saat ini, area Flap Lock di PIM 5 masih dalam tahap uji coba dengan tarif Rp1.
Baca Juga: Soroti Potensi Kebocoran PAD, DPRD Jakarta Dorong Sistem Parkir Non Tunai
“Untuk tarifnya uh tergantung dari manajemen. Ketentuannya dari manajemen, dari gedung. saat ini masih uh trial Rp1 karena masih trial error aja kita,” tuturnya.
Menurut Vicky, dari sisi sistem operasional SPI telah siap menerapkan teknologi tersebut. Namun, waktu penerapan secara penuh masih bergantung pada pihak pengelola gedung.
“Untuk digunakan dari sisi kita sistem sudah sudah bisa. Tapi balik lagi ke pengelola gedung,” katanya.
Ia menegaskan, salah satu manfaat Premium Area dengan Flap Lock ia ialah memudahkan pengguna menemukan lokasi parkir. Area tersebut ditempatkan di dekat lobi sehingga pengguna tidak harus mengingat nomor lantai atau pilar tertentu. Selain itu, area Flap Lock di PIM 5 memiliki penataan fisik yang berbeda dari area parkir umum.
“Untuk kedua, areanya bersih. Karena kan untuk di PIM 5 itu, untuk flap lock kita areanya di-epoksi atau dicat lantainya,” kata Vicky.
Ia menambahkan, area tersebut dibuat lebih khusus dan tidak bercampur dengan parkir umum.
Baca Juga: Banyak Gedung Parkir di Jakarta Tidak Punya Sertifikat Kelaikan
“Lebih khusus sih jatuhnya, enggak gabung dengan umum. Jadi tidak terlalu khawatir karena itu merupakan marka sendiri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 4Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk




