Akurat Logo

Rocky Gerung, Wartawan Senior dan Akademisi Membedah Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas'

Saeful Anwar | 2 September 2026, 22:06 WIB
Rocky Gerung, Wartawan Senior dan Akademisi Membedah Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas'
Buku Membangun Otot di Negeri Kertas.

AKURAT.CO Persoalan olahraga Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atlet meraih medali.

Sistem pembinaan, sport science, infrastruktur, kompetisi, tata kelola, hingga kebijakan yang berkelanjutan turut menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan prestasi olahraga nasional.

Persoalan tersebut akan menjadi salah satu bahasan dalam bedah buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas' karya Sadik Algadri yang digelar di Gedung Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan sejumlah tokoh dari latar belakang berbeda, mulai dari akademisi, wartawan senior olahraga, hingga praktisi dan insan olahraga.

Akademisi sekaligus filsuf Rocky Gerung dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut.

Ia akan melihat persoalan olahraga Indonesia dari perspektif sosial, kebudayaan, kebijakan publik, hingga pembangunan bangsa.

Rocky menilai Indonesia selama ini telah memiliki berbagai regulasi dan program yang berkaitan dengan pembangunan olahraga.

Namun, keberadaan aturan dan konsep tersebut belum selalu berbanding lurus dengan implementasinya di lapangan.

"Indonesia menumpuk regulasi, menerbitkan undang-undang, serta memproduksi jargon-jargon teknokratis yang megah—mulai dari sport science, long-term athlete development, hingga produk mutakhir berupa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)," ujar Rocky.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang dalam literatur kebijakan publik disebut sebagai policy formalism.

Karena itu, Rocky memandang buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas' tidak sekadar menawarkan gagasan, tetapi juga membahas persoalan yang membutuhkan solusi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Buku yang disunting oleh wartawan senior Asro Kamal Rokan dan Suryansyah tersebut berangkat dari kegelisahan Sadik terhadap potensi olahraga Indonesia yang dinilai belum ditopang ekosistem secara optimal.

Baca Juga: OKX Terbitkan Proof of Reserves ke-46, Catat Cadangan Aset Utama US$22,96 Miliar

Sadik yang merupakan mantan atlet judo nasional Indonesia menyoroti sejumlah persoalan, termasuk pembinaan atlet, manajemen olahraga, penerapan ilmu pengetahuan, ketersediaan infrastruktur, sistem kompetisi, serta keberlanjutan kebijakan.

"Saya percaya, prestasi internasional tidak lahir hanya dari atlet yang hebat. Prestasi membutuhkan ekosistem yang kuat," kata Sadik.

Ia menilai olahraga seharusnya tidak dipandang sebatas pertandingan dan perolehan medali. Menurutnya, olahraga juga memiliki kaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan bangsa.

"Saya ingin melihat atlet-atlet Indonesia berdiri sejajar dengan atlet terbaik dunia. Bukan sebagai pelengkap kompetisi. Bukan sekadar penggembira. Tetapi sebagai kekuatan yang diperhitungkan," tegasnya.

Selain Rocky, Asro Kamal Rokan akan memberikan perspektif berdasarkan pengalaman panjangnya sebagai wartawan senior olahraga.

Peran media dalam mengawal perkembangan prestasi, kebijakan, serta tata kelola olahraga menjadi salah satu aspek yang akan dibahas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.