Dari Aspal ke Atelier, Lima Desainer Muda Burgo Indonesia Tampil Memukau di Fashion Nation 2026

AKURAT.CO Lima desainer muda pilihan dari program Fashion Entrepreneur di Istituto di Moda Burgo Indonesia, sukses menampilkan koleksi inovatif terbarunya dalam ajang bergengsi Fashion Nation 2026. Koleksi yang dipamerkan kali ini membawa napas segar yang sangat relevan dengan tren masa kini.
Debut kelima desainer ini dipersembahkan dalam STREETÈ: From Asphalt to Atelier, yang berlangsung dalam satu rangkaian utuh menghadirkan sepuluh look, menelusuri perjalanan dari insting jalanan menuju koleksi siap industri dan siap jual.
"Hari ini kami menampilkan karya dari lima desainer Burgonians. Mereka merupakan desainer pilihan dari program Fashion Entrepreneur. Koleksi yang ditampilkan sangat merepresentasikan karakter Gen Z, dengan perpaduan yang cross-functional seperti memadukan korset dengan pakaian sehari-hari," kata CEO Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Kemenekraf Dukung IDW 2026 di PIK2, 15 IP Lokal dan Tiga Desainer Muda Didorong Go Global
Inspirasi busana diambil langsung dari gaya berpakaian kasual jalanan yang biasa dikenakan oleh generasi muda sehari-hari, namun dielevasi menggunakan standar pengerjaan couture. Keunikan ini terlihat jelas melalui eksperimen cross-functional, seperti memadukan struktur korset yang anggun dengan pakaian sehari-hari (everyday wear).
Koleksi kolektif yang matang ini lahir dari tangan dingin lima desainer mahasiswa yang saling berkolaborasi di studio Burgo dengan membawa keunikan karakter masing-masing.
Angela Bernice Christian (Bereníkē): Mengeksplorasi ruang antara kerapuhan dan kekuatan emosional melalui desain yang merayakan kepercayaan diri yang tenang dan otentik. Bagi Angela, fesyen adalah media untuk kembali menjadi diri sendiri.
Jasmine Nabila: Memulai langkah dari skala rumahan dengan menjual scrunchie buatan tangan saat SMP, Jasmine sukses mengasah ketajaman teknik pattern making dan konstruksi busana kreatifnya selama tiga tahun terakhir di Burgo.
Nadine Emmanuel: Dikenal dengan kemampuannya merancang siluet kontemporer melalui eksplorasi detail yang matang, memadukan konsep visual yang kuat dengan fungsi praktis pakaian sehari-hari.
Safira Nafiis (Sa Vire): Desainer berbasis konsep yang piawai menerjemahkan emosi abstrak menjadi siluet visual yang penuh makna, menyeimbangkan struktur dan fluiditas dalam kesederhanaan yang elegan.
Samantha Kessler (Chimera): Menghadirkan desain sebagai respons terhadap lanskap digital yang kian artifisial, menjadikan karyanya sebagai jangkar untuk merayakan keindahan seni keahlian tangan manusia (handmade).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








