Kenapa Ikan Nila Hitam Sulit Dibasmi? Populasinya Sudah Menyebar di Thailand

AKURAT.CO Ikan nila hitam atau blackchin tilapia tengah menjadi persoalan serius di Thailand. Populasinya berkembang pesat dan mulai mengubah keseimbangan ekosistem di sejumlah wilayah.
Spesies yang berasal dari Afrika Barat ini bukan sekadar memenuhi perairan. Ikan tersebut memangsa berbagai hewan air, termasuk udang, kepiting, dan ikan lokal yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem.
Baca Juga: Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
Salah satu alasan ikan nila hitam sulit dikendalikan adalah kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Spesies ini dapat hidup di perairan tawar maupun payau sehingga tidak mudah dibatasi pada satu habitat tertentu.
Kemampuan berkembang biaknya juga membuat upaya penangkapan harus dilakukan secara berulang. Ketika sebagian populasi berhasil dikurangi, jumlahnya dapat kembali meningkat karena reproduksinya berlangsung cepat.
Penyebarannya di Thailand kini telah mencapai sedikitnya 19 provinsi. Ikan tersebut bahkan ditemukan di kawasan kanal Bangkok hingga perairan pesisir di sekitar Pattaya.
Dampaknya mulai terlihat dari menurunnya keberadaan sejumlah spesies asli. Nelayan setempat mengaku semakin sulit menemukan beberapa jenis ikan dan kepiting yang sebelumnya mudah dijumpai.
Kerugian ekonomi juga ikut muncul. Salah satu petambak bahkan kehilangan sebagian besar benih udang setelah dimangsa ikan nila hitam dalam jumlah besar.
Pemerintah Thailand telah mencoba berbagai metode untuk menekan populasinya. Mulai dari menangkap ikan secara massal, menggunakan predator alami, hingga mengembangkan ikan nila hitam yang dibuat mandul.
Namun, metode tersebut belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Para ahli menilai karakter ikan yang mudah beradaptasi membuat pemberantasan total menjadi tantangan besar.
Karena sulit dibasmi, muncul gagasan untuk mengubah ikan invasif tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatannya antara lain diarahkan sebagai bahan pangan atau pakan ternak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






