Akurat Logo

5 Kebiasaan Gen Z yang Bikin Gaji Cepat Habis

Dani Zahra | 19 Oktober 2026, 22:00 WIB
5 Kebiasaan Gen Z yang Bikin Gaji Cepat Habis
Ilustrasi, kebiasaan gen Z dalam menghabiskan gaji dengan berbelanja. - Canva

AKURAT.CO Mengatur keuangan menjadi tantangan tersendiri bagi Gen Z yang mulai mandiri secara finansial.

Meski sudah memiliki penghasilan sendiri, uang terkadang terasa cepat habis sebelum akhir bulan karena berbagai pengeluaran sehari-hari.

Baca Juga: Modalnya Cuma HP! Ini Rekomendasi Kerja Sampingan Paling Cuan Buat Gen Z

Tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti sering membeli kopi, mengikuti tren, hingga belanja spontan bisa membuat pengeluaran membengkak.

Agar kondisi keuangan tetap terjaga, penting untuk mengenali kebiasaan yang berpotensi bikin gaji cepat habis.

1. Terlalu Sering Nongkrong di Kafe

Nongkrong bersama teman sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda. Mulai dari ngopi, mencoba tempat makan baru, hingga mengerjakan tugas di kafe, semuanya bisa menjadi cara untuk melepas penat.

Namun, jika dilakukan terlalu sering, pengeluaran untuk makanan dan minuman bisa menguras isi dompet. Apalagi jika setiap nongkrong selalu membeli menu tambahan atau berpindah ke tempat lain.

Bukan berarti harus berhenti nongkrong, tetapi cobalah menetapkan anggaran khusus agar aktivitas ini tidak mengganggu kebutuhan utama.

2. Belanja Impulsif karena Diskon

Promo tanggal kembar, gratis ongkir, dan potongan harga sering membuat seseorang tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Harga yang terlihat murah bisa menimbulkan kesan bahwa pembelian tersebut menguntungkan. Padahal, jika dilakukan berulang kali, total pengeluarannya justru bisa cukup besar.

Sebelum checkout, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut memang diperlukan atau hanya dibeli karena sedang diskon.

3. Mengikuti Tren agar Tidak FOMO

Media sosial membuat tren fashion, skincare, gadget, hingga tempat hangout baru cepat menyebar. Tidak sedikit anak muda yang merasa ingin mencoba semuanya agar tidak ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO).

Mengikuti tren sebenarnya tidak masalah selama sesuai dengan kemampuan finansial. Namun, memaksakan diri membeli barang demi terlihat mengikuti gaya hidup tertentu dapat membuat anggaran bulanan berantakan.

Pilih tren yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan minat pribadi, bukan sekadar karena sedang ramai dibicarakan.

4. Terlalu Sering Memesan Makanan Online

Layanan pesan antar makanan memang praktis, terutama saat sedang sibuk atau tidak sempat memasak. Sayangnya, biaya makanan bisa bertambah karena ongkos kirim, biaya layanan, dan kebiasaan menambahkan menu lain.

Jika dilakukan hampir setiap hari, pengeluaran untuk makan bisa jauh lebih besar dibandingkan perkiraan awal.

Untuk menyiasatinya, buat rencana makan mingguan, siapkan bekal jika memungkinkan, dan manfaatkan promo secara bijak tanpa membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

5. Menganggap Self-Reward sebagai Keharusan

Setelah bekerja keras, membeli barang favorit atau menikmati makanan enak bisa menjadi bentuk apresiasi kepada diri sendiri. Namun, self-reward dapat menjadi masalah jika dilakukan setiap kali merasa lelah atau menerima gaji.

Kebiasaan ini membuat pengeluaran sulit dikendalikan, terlebih jika barang yang dibeli memiliki harga cukup tinggi.

Cobalah menetapkan anggaran khusus untuk hiburan dan self-reward. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hasil kerja tanpa mengorbankan tabungan atau kebutuhan pokok.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra