SAPA UMKM Jadi Solusi Digital, Dongkrak Daya Saing dan Pendataan Pelaku Usaha Mikro

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengembangkan Super Apps bernama SAPA UMKM sebagai solusi digital untuk mendongkrak daya saing dan mengatasi persoalan pendataan pelaku usaha secara nasional.
Aplikasi ini dinilai akan menjadi penghubung ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih efisien dan terintegrasi.
Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, dalam dialog bersama Indonesian Muslim Society of America (IMSA) Chapter Indonesia di Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/5/2025), menyebut SAPA UMKM sebagai instrumen penting untuk menyatukan berbagai program pengembangan UMKM secara nasional.
“Kami sedang menata data UMKM secara by name by address melalui platform digital ini. Tidak lagi mengandalkan sensus manual yang mahal, sekarang semua pihak bisa melakukan pendataan mandiri,” ujar Arif.
Baca Juga: Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa aplikasi ini juga dirancang untuk mendorong partisipasi UMKM dalam rantai pasok global.
SAPA UMKM akan mengonsolidasikan proses legalitas, pelatihan, promosi produk, hingga akses pembiayaan dalam satu ekosistem.
Senada dengan Arif, Pakar ekonomi digital dari Universitas Indonesia, Fadhil Ramadhan, menilai langkah ini tepat dalam menghadapi tantangan digitalisasi UMKM.
“Kunci keberhasilan SAPA UMKM terletak pada kualitas data dan kemauan pelaku usaha untuk bergabung. Jika berhasil, ini bisa jadi game changer untuk sektor ekonomi rakyat,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.
Dalam upaya penguatan UMKM, pemerintah juga tengah mendorong legalitas usaha lewat Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi dasar, termasuk melakukan business matching dan memperluas pasar lewat belanja pemerintah dan BUMN sebesar 40% untuk produk lokal.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
Menurut data Kementerian UMKM, dari total 56,14 juta pelaku usaha, sebanyak 96,84 persen merupakan usaha mikro, dengan tantangan besar berupa produktivitas rendah dan skala usaha yang belum berkembang.
“SAPA UMKM akan menghubungkan semua titik layanan. Dari pelatihan, legalitas, pembiayaan hingga pemasaran global,” tegas Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






