Nakhoda Baru JAPNAS Jakarta: Ardi Setiadharma Usung 4 Pilar Dorong Pengusaha Naik Kelas

AKURAT.CO Ardi Dwinanta Setiadharma resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW JAPNAS) Jakarta periode 2026–2031 dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada Selasa (28/7/2026).
Melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat, Ardi membawa komitmen kuat untuk membuka akses pasar dan pembiayaan secara konkret bagi para pelaku usaha di Ibu Kota.
Baca Juga: Investor Pasar Modal RI Tembus 30,06 Juta, OJK Bidik 35 Juta SID pada 2030
Dalam kepemimpinannya, Ardi mengusung empat pilar utama—Pasar, Modal, Kapasitas, dan Organisasi—guna memastikan keanggotaan JAPNAS menghasilkan peluang bisnis riil. Ia menegaskan visinya untuk menjadikan JAPNAS Jakarta sebagai
Rumah kolaborasi pengusaha yang inklusif, progresif, dan berintegritas; yang terbukti membuka pasar, membuka akses permodalan, dan menaikkan kelas usaha anggotanya.
Dengan mengusung semangat "Bertumbuh Bersama, Berdampak untuk Jakarta," Ardi menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan kepengurusan mendatang dinilai dari pertumbuhan usaha anggota, bukan seberapa banyak acara yang digelar.
Guna merealisasikan target tersebut, PW JAPNAS Jakarta menetapkan agenda prioritas dalam 100 hari pertama kepengurusan:
Penyusunan Struktur & Data: Melengkapi susunan kepengurusan, merumuskan sasaran kerja, memperbarui data anggota, serta mengaktifkan fungsi sekretariat.
Konsolidasi & Forum Bisnis: Menggelar rapat kerja wilayah dan menyelenggarakan forum temu usaha perdana.
Sinergi Eksternal: Membuka jalur kemitraan strategis dengan berbagai lembaga keuangan dan Pemprov DKI Jakarta.
Akuntabilitas Organisasi: Menyediakan laporan berkala, evaluasi tahunan, dan kanal aspirasi dengan waktu tanggap yang jelas.
Muswil I ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) JAPNAS yang juga Presiden Komisaris PT Blue Bird Tbk, Bayu Priawan Djokosoetono.
Selain mengukuhkan arah sinergi organisasi pusat dan daerah, Bayu bersama Ardi berbagi pandangan dalam sesi talkshow bertajuk "Tetap Relevan di Tengah Disrupsi: Transformasi, Kepercayaan, dan Kepemimpinan untuk Membangun Bisnis Berkelanjutan."
Diskusi tersebut mempertemukan pengalaman Bayu dalam menjaga kepercayaan dan budaya organisasi skala besar dengan perspektif inovasi teknologi milik Ardi.
Baca Juga: Anggota Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Pascaputusan PK Terkait HGU PT SKB
Sesi ini mempertegas bahwa keberlanjutan bisnis membutuhkan keberanian untuk bertransformasi mengikut dinamika pasar tanpa mengorbankan kepercayaan pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







