Akurat Logo

Customer Makin Cerdas, Begini Tantangan Sales di Era AI

Esha Tri Wahyuni | 10 September 2026, 16:10 WIB
Customer Makin Cerdas, Begini Tantangan Sales di Era AI
Head of Retail & Loyalty MCorp, Marthani - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara tenaga penjualan menjalankan pekerjaannya. Di tengah konsumen yang semakin mudah mengakses informasi, salesperson tidak lagi cukup hanya menguasai teknik menawarkan produk.

Kemampuan memahami persoalan customer, membangun kepercayaan, mengelola prospek hingga menjaga hubungan setelah transaksi menjadi semakin penting.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam KopDar Sales #3: Jualan di Era AI yang digelar Marketeers Event, bagian dari MCorp, pada Rabu (9/9/2026) di XXI Kuningan City, Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 profesional sales dari berbagai industri.

Head of Retail & Loyalty MCorp, Marthani mengatakan, perubahan perilaku konsumen membuat salesperson harus meningkatkan kompetensinya. Konsumen saat ini memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi dan dapat melakukan riset mengenai produk sebelum bertemu tenaga penjualan.

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence Generatif? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

“Di era sekarang, sebelum bertemu orang sales, customer sudah riset duluan. Sekarang, sales yang menang adalah apabila mereka paling paham persoalan (customer),” ujar Marthani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, posisi salesperson juga semakin strategis karena menjadi salah satu pihak yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan membawa citra perusahaan.

“Sales itu kan, suka nggak suka adalah brand ambassador perusahaan. Bener gak? Kompetensi yang dibutuhkan orang sales di zaman ini juga makin demanding,” kata Marthani.

Perubahan tersebut membuat proses penjualan tidak lagi hanya berorientasi pada bagaimana produk dapat terjual. Salesperson perlu memahami kebutuhan pelanggan terlebih dahulu sebelum menentukan pendekatan yang digunakan.

Hal tersebut juga disampaikan Head of Product Tada Gabriel Vidyananto. Menurutnya, tantangan perusahaan saat ini bukan hanya mendapatkan perhatian konsumen melalui berbagai aktivitas pemasaran, tetapi mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

“Brand-brand itu banyak mengeluarkan ads. Yang susah itu me-retain,” ujar Gabriel.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.