UMKM Pemula Mulai Tembus Pasar Ekspor, Transaksi Capai USD347 Juta

AKURAT.CO Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum pernah melakukan ekspor mulai mendapat akses untuk masuk ke pasar global melalui Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, program tersebut telah mencatatkan nilai transaksi sebesar USD347 juta sepanjang Januari-Agustus 2026. Menurutnya, sebagian besar UMKM yang difasilitasi justru merupakan pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
"Sekarang Januari-Agustus itu sudah USD347 juta. Ini Januari-Agustus. Dan ini kebanyakan, atau 60 persen UMKM ini belum pernah ekspor," ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Kemendag Bidik Investasi Baru Lewat Perluasan Pasar Ekspor
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses menuju pasar ekspor tidak hanya terbuka bagi pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman perdagangan internasional. Melalui program tersebut, UMKM yang baru ingin mencoba pasar luar negeri dapat memperoleh fasilitasi untuk memperkenalkan produknya kepada calon pembeli mancanegara.
Kemendag memberikan akses tersebut melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Perwakilan tersebut mencakup Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Melalui jaringan itu, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya untuk kemudian difasilitasi dalam proses pencarian calon pembeli. Kemendag juga menjalankan kegiatan pitching dan business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer dari luar negeri.
Budi mengatakan pelaku usaha, termasuk kalangan mahasiswa dan pengusaha muda, tidak perlu ragu untuk mulai mencoba masuk ke pasar ekspor. Pasalnya, peserta program tidak seluruhnya merupakan eksportir berpengalaman. "Yang penting kita harus konsisten," kata Budi.
Program UMKM BISA Ekspor menjadi salah satu bagian dari program Dari Lokal untuk Global yang dijalankan Kemendag untuk memperluas basis pelaku usaha yang dapat masuk ke pasar internasional.
Selain UMKM BISA Ekspor, program tersebut juga mencakup Desa BISA Ekspor, Campuspreneur, dan program kemitraan UMKM.
Kemendag sebelumnya mencatat nilai transaksi UMKM BISA Ekspor sepanjang 2025 mencapai USD134,87 juta. Pada Januari-Mei 2026, nilainya telah mencapai USD193,88 juta, sebelum kemudian meningkat menjadi USD333,68 juta pada Januari-Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










