Kronologi Satpam GBK Nyaris Adu Jotos dengan Fotografer, Emosi Ditegur Pakai Kata-kata Kasar

AKURAT.CO Sebuah video yang memperlihatkan aksi satpam Gelora Bung Karno (GBK) nyaris adu jotos dengan sejumlah fotografer menjadi viral di media sosial.
Kronologi kejadian ini bermula ketika satpam GBK memarahi sejumlah fotografer dengan kata-kata kasar saat mereka hendak memotret pelari di kawasan stadion.
Sejumlah fotografer tersebut dianggap melakukan pelanggaran karena telah mengambil foto tanpa izin.
Namun, sejumlah fotografer tersebut merasa tidak melanggar aturan yang berlaku di GBK. Hal ini karena mereka telah mengantongi izin untuk memotret di kawasan tersebut.
Tentu saja, para fotografer tersebut tidak terima dengan kata-kata kasar yang telah diucapkan oleh satpam GBK tersebut.
“Kata-katanya kotor,” kata Robby, dikutip Jumat (14/6/2024).
Akhirnya mereka terlibat adu mulut dengan sang satpam di Kantin GBK, bahkan nyaris terjadi adu jotos.
Selain itu, satpam GBK tersebut juga terlihat menantang fotografer yang berada di kawasan tersebut.
Keadaan pun semakin tidak terkendali hingga beberapa satpam yang menyaksikan kejadian tersebut segera memanggil petugas keamanan untuk mengamankan para fotografer.
Petugas keamanan GBK kemudian bertanya tentang akar permasalahan mereka dan berusaha menenangkan situasi di lokasi kejadian.
“Satpam GBK tidak mengakui bahwa dirinya telah melontarkan kata-kata kasar dan tidak sopan. Dia pun terus berbicara dengan suara keras,” ujarnya.
Di sisi lain, para fotografer juga berusaha menjelaskan maksud dan tujuan mereka berada di kawasan GBK, upaya mereka tidak berhasil meredakan situasi.
Menurut beberapa sumber, para fotografer bahkan menunjukkan bukti terkait izin pengambilan gambar yang mereka miliki.
Pengelola GBK Buka Suara
Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Administrasi PPKGBK, Asep Triyadi mengonfirmasi bahwa kejadian adu mulut tersebut terjadi di area kantin UMKM Mandiri Parkir Timur, GBK, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/6/2024).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, ditemukan telah terjadi kesalahpahaman antara vendor keamanan GBK dengan pengunjung,” kata Asep Triyadi dalam keterangannya, dikutip Jumat, 14 Juni 2024.
Menurut Asep, fotografer yang terlibat dalam pertengkaran tersebut merupakan anggota Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI).
Akar masalahnya adalah kesalahpahaman aturan atau tata tertib pengambilan dokumentasi gambar/video di kawasan GBK.
Asep menyebut kalau pria yang cekcok dengan sekuriti, merupakan anggota Fotografer dari Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI).
Akar masalahnya tentang kesalahpahaman aturan atau tata tertib pengambilan dokumentasi gambar/video di kawasan GBK.
PPKGBK telah menghubungi Sekretaris Jenderal HIPDI, Indro Dwi S, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Hal ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan konstruktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









