Mengenal Band Sukatani yang Tarik Lagu 'Bayar Bayar Bayar', Ini Top 5 Lagu yang Paling Banyak Didengar

AKURAT.CO Sukatani, band punk asal Purbalingga, menjadi perbincangan hangat setelah menarik lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar.
Lagu Bayar Bayar Bayar oleh Sukatani ini berisi kritik terhadap oknum polisi, yang kemudian berujung pada permintaan maaf dan penarikan lagu oleh band tersebut.
Sehubungan dengan itu, berikut profil Band Sukatani yang kini jadi sorotan karena telah menarik lagu Bayar Bayar Bayar.
Profil Band Sukatani
Sukatani adalah band yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, yang mengusung genre punk new wave.
Band ini terdiri dari dua personel, Muhammad Syifa Al-Lufti (Alectroguy) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel) sebagai vokalis.
Selain "Bayar Bayar Bayar", Sukatani juga memiliki sejumlah lagu lain yang masuk dalam album Gelap Gempita yang dirilis pada tahun 2023.
Top 5 Lagu Sukatani
Meskipun sulit menentukan Top 5 lagu Sukatani yang paling banyak didengar versi Spotify, berikut adalah beberapa lagu lain dari album Gelap Gempita yang layak untuk Anda eksplorasi:
1. Gelap Gempita
2. Semakin Tua Semakin Punk
3. Sukatani
4. Alas Wirasaba
5. Jangan Bicara Solidaritas
Penarikan Lagu Bayar Bayar oleh Band Sukatani
Lagu Bayar Bayar Bayar menjadi viral karena liriknya yang berisi keluh kesah masyarakat terhadap oknum polisi.
Lirik lagu ini menggambarkan berbagai situasi di mana masyarakat harus membayar polisi, mulai dari membuat SIM hingga masuk penjara.
Penarikan ini dilakukan setelah lagu tersebut viral dan mendapat sorotan.
Keputusan Sukatani untuk menarik lagu tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat, termasuk dukungan dari netizen dan kekecewaan dari beberapa pihak yang menilai hal ini sebagai pembungkaman dan anti kritik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








