Regenerasi dari Akar, Kejurnas Panahan Antarklub Pertegas Pembinaan Atlet
Leo Farhan | 20 Desember 2025, 17:42 WIB

AKURAT.CO Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) terus memperkuat pembinaan atlet panahan nasional dari level klub sebagai langkah awal regenerasi atlet.
Berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation, PB Perpani menggelar MilkLife Archery Challenge - Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, pada 9–19 Desember 2025, sebagai salah satu upaya strategis memperkuat pembinaan atlet panahan nasional.
Kejuaraan yang berlangsung selama 11 hari tersebut diikuti 1.360 atlet dari 116 klub panahan yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka bersaing di sejumlah nomor dan divisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur hasil pembinaan di tingkat klub.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, mengatakan Kejurnas Panahan Antarklub 2025 merupakan inovasi penting dalam struktur kompetisi panahan nasional.
Menurutnya, ajang ini dirancang untuk memperluas kesempatan atlet, khususnya atlet muda, mendapatkan jam terbang di level nasional sehingga proses regenerasi dapat berjalan lebih terukur dan berkesinambungan.
"MilkLife Archery Challenge Kejurnas Antarklub 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat prestasi panahan Indonesia. Kompetisi ini memberi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, sekaligus menjadi jembatan menuju level yang lebih tinggi, mulai dari seleksi nasional hingga pelatnas," kata Abdul Razak.
Kejuaraan ini mempertandingkan empat divisi, yakni Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow.
Divisi Nasional terbagi ke dalam kelompok usia U10, U13, U15, dan U18. Sementara divisi Compound dan Recurve mencakup kelompok usia U13, U15, U18, dan umum.
Adapun Barebow diikuti peserta dengan rata-rata usia di atas 30 tahun. Setiap divisi mempertandingkan nomor perorangan, beregu putra-putri, serta beregu campuran.
Abdul Razak menilai keberagaman divisi dan kelompok usia membuat persaingan lebih adil karena atlet bertemu lawan yang sepadan, sehingga perkembangan kemampuan mereka dapat terpantau secara objektif.
"Dengan sistem seperti ini, atlet memiliki tujuan jelas dalam latihan. Ke depan, kami berharap kejuaraan ini dapat digelar secara rutin agar menjadi agenda tetap dalam kalender kompetisi nasional," katanya.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Antarklub sejalan dengan komitmen Djarum Foundation dalam membangun ekosistem panahan sejak usia dini.
Selama ini, MilkLife Archery Challenge rutin digelar dua kali setahun untuk menjaring dan menumbuhkan minat atlet muda.
"Kini jalur pembinaan panahan semakin jelas, mulai dari usia dini, kejuaraan junior, antarklub, hingga seleksi nasional dan pelatnas. Dengan piramida pembinaan yang kuat, kami berharap atlet panahan Indonesia semakin termotivasi untuk berprestasi di level dunia," ujar Yoppy.
Dia menambahkan, dukungan terhadap panahan juga dilandasi potensi prestasi Indonesia di level internasional.
Selain sejarah medali perak Olimpiade Seoul 1988, panahan Indonesia juga meraih hasil gemilang di SEA Games Thailand 2025 dengan merebut emas di nomor Recurve dan Compound, baik individual maupun beregu.
MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Panahan Antarklub 2025 pun menjadi bukti bahwa pembinaan panahan nasional mulai bergerak ke arah yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan, dengan klub sebagai fondasi utama pencetak atlet masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








