Akurat
Pemprov Sumsel

Menanti Ratu Baru di Melbourne Park, Aryna Sabalenka Dikepung Dominasi AS dan Ambisi Swiatek

Leo Farhan | 15 Januari 2026, 10:58 WIB
Menanti Ratu Baru di Melbourne Park, Aryna Sabalenka Dikepung Dominasi AS dan Ambisi Swiatek
 
AKURAT.CO Gelaran Grand Slam pembuka musim, Australia Terbuka 2026, diprediksi bakal menjadi panggung persaingan paling sengit di jagat tenis putri WTA.
 
Aryna Sabalenka yang datang sebagai unggulan pertama dipastikan bakal menghadapi jalan terjal dengan kepungan petenis Amerika serikat dan ambisi besar petenis putri peringkat dua dunia, Iga Swiatek.
 
 
​Sabalenka membidik gelar ketiganya dalam empat tahun terakhir di Melbourne Park.
 
Petenis asal Belarusia ini mengusung misi penebusan dosa setelah pada edisi musim lalu secara mengejutkan tumbang di tangan Madison Keys pada partai final.
 
​"Jujur saja, tidak ada bedanya. Entah saya juara bertahan atau kalah di babak pertama tahun lalu, tujuannya selalu sama, memberikan tenis terbaik dan meningkatkan permainan saya," tegas Sabalenka, dikutip dari AFP.
 
Madison Keys kembali ke Melbourne dengan status juara bertahan. Meski performanya sempat fluktuatif sepanjang 12 bulan terakhir, Keys tetap menjadi ancaman nyata bagi siapa pun.
 
Tak hanya Keys, dominasi Amerika Serikat di peringkat elite dunia menjadi tantangan tersendiri.
 
AS mengirimkan armada tempur terbaiknya, mulai dari Coco Gauff (peringkat 3 dunia), Amanda Anisimova (peringkat 4), hingga Jessica Pegula (peringkat 6).
 
Coco Gauff datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Pasca menjuarai Prancis Terbuka tahun lalu dan menumbangkan Iga Swiatek di United Cup, Gauff siap melangkah lebih jauh di Grand Slam pembuka musim.
 
"Saya menghabiskan masa pramusim untuk menjadi lebih baik secara keseluruhan dan lebih nyaman dengan permainan saya," kata Gauff.
 
Senada dengan Gauff, Amanda Anisimova juga tengah dalam performa terbaik dalam kariernya.
 
Setelah menembus Final Wimbledon dan AS Terbuka pada musim lalu, Anisimova kini menjadi lawan yang paling diwaspadai oleh Sabalenka.
 
Di sisi lain, petenis putri terbaik Polandia, Iga Swiatek, masih menyimpan rasa penasaran besar.
 
Dari enam trofi Grand Slam yang sudah dikoleksinya, Australia Terbuka menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah dia menangi.
 
"Di Grand Slam, Anda harus benar-benar bermain luar biasa selama dua minggu. Tidak boleh ada hari buruk dan harus tetap konsisten," ujar Swiatek mengenai tantangannya di Melbourne.
 
Selain rivalitas papan atas, Australia Terbuka 2026 juga akan mencatatkan sejarah baru.
 
Legenda tenis dunia, Venus Williams, juga dipastikan tampil setelah menerima wildcard.
 
 
​Tampil di usia 45 tahun, kakak kandung Serena Williams ini akan tercatat sebagai petenis putri tertua yang berlaga di babak utama Melbourne Park dalam sejarah turnamen.
 
Dengan sederat​ nama besar petenis putri yang ambil bagian, mampukah Sabalenka membendung serangan dari berbagai penjuru, ataukah Melbourne Park akan melahirkan kejutan baru?
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R