Olimpiade Musim Dingin: Medali Pemenang Rusak, Panitia Lakukan Penyelidikan

AKURAT.CO, Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 mengambil serius soal adanya kerusakan terhadap sejumlah medali atlet pemenang. Penyelidikan atas masalah ini bakal dilakukan.
Isu medali rusak ini diungkapkan oleh atlet ski Amerika Serikat, Breezy Johnson, dalam sesi konferensi pers selepas ia memenangi emas nomor turunan putri di Cortina, d’Ampezzo, Italia, Minggu (8/2).
Breezy Johnson juga menunjukkan medalinya yang terpisah dengan pita medali. Ia menyebut, pita yang semestinya berbarengan dengan medali diberikan kemudian oleh penyelenggara.
Baca Juga: Olimpiade Musim Dingin: Jelang Pembukaan, Milan Diwarnai Unjuk Rasa Anti-Ice dan Pernyataan Paus Leo
“Jadi ini medalinya, dan ini pitanya,” kata Breezy Johnson sebagaimana dipetik dari BBC. “Dan ini bagian yang seharusnya tempat pita untuk memegang medali, dan ya, ini terpisah.”
Masalah yang sama juga menjadi perhatian ketika medali tim Jerman yang memenangi perunggu biathlon terlepas dari pitanya. Itu terjadi ketika mereka merayakan medali di hotel tim.
Ketua Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Andrea Francisi, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian lebih karena medali merupakan bagian penting bagi atlet.
“Kami sangat sadar dengan situasi. Kami sedang mencari tahu di mana masalahnya,” kata Andrea Francisi.
Baca Juga: Indonesia Absen di Olimpiade Musim Dingin 2026, Ini Alasannya!
“Kami akan memberikan perhatian penuh terhadap medali, dan jelas ini adalah sesuatu yang kami inginkan sempurna ketika medali diberikan karena ini adalah salah momen terpenting bagi atlet.”
Urusan medali rusak ini sebenarnya pernah terjadi di olimpiade-olimpiade sebelumnya. Di Olimpiade Paris 2024, sebanyak 220 permintaan diajukan untuk mengganti medali yang rusak.
Penyelenggaran Olimpiade Paris menyatakan akan mengganti medali atlet yang rusak. Sementara di Milano-Cortina belum ada pernyataan soal ganti medali tersebut.
Adapun Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina sudah memasuki hari keempat sejak dibuka pada 6 Februari lalu di Stadion San Siro, Milan. Pesta olahraga salju ini diikuti oleh total 2.871 atlet dari 92 negara.
Norwegia untuk sementara menempati peringkat teratas dengan koleksi tiga emas, satu perak, dan dua peruggu. Diikuti Swiss dan Amerika Serikat yang masing-masing mengoleksi dua emas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







