Asian Beach Games: Tanpa Tekanan! Biboy dan Ayu Sriartha Siap Pimpin Invasi Basket 3x3

AKURAT.CO, Tim Nasional Basket 3x3 Indonesia sudah bertolak menuju Tiongkok pada Kamis (23/4) untuk berlaga di Asian Beach Games (ABG) Sanya 2026.
Mengandalkan kombinasi pemain senior dan talenta muda, skuat besutan PP PERBASI ini mengusung misi besar membawa pulang prestasi di ajang multievent pantai tingkat Asia tersebut.
Pertandingan cabang olahraga basket 3x3 dijadwalkan berlangsung di Sanya, China, pada 25-28 April mendatang.
Kehadiran sosok senior seperti Ebrahim Lopez di sektor putra dan Ayu Sriartha Kusuma Dewi di sektor putri diharapkan menjadi mesin penggerak sekaligus mentor bagi para pemain muda di lapangan.
Meski memikul tanggung jawab besar sebagai kapten, Ebrahim Lopez mengaku tetap tenang.
Pemain berusia 38 tahun yang akrab disapa Biboy ini menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menularkan pengalaman kepada barisan pemain muda seperti Nickson Gosal (25), Jonathan Patrick (21), dan Maharanno Lolaru Hady (20).
"Saya tidak ada tekanan karena ingin memberikan pengalaman kepada pemain muda. Tugas saya memberikan semangat. Sebagai leader, saya akan berikan segalanya agar tim tampil maksimal," kata Biboy.
Pemilihan skuat muda ini bukan tanpa alasan. PERBASI sengaja menyiapkan tim jangka panjang menuju Asian Games 2026 mendatang yang menerapkan aturan pembatasan usia di bawah 23 tahun (U-23).
Di sektor putri, Ayu Sriartha Kusuma Dewi menjadi sosok sentral. Pemain yang sukses membawa Indonesia meraih emas di SEA Games 2025 Thailand ini merasa tertantang untuk kembali naik podium.
Ia akan memimpin barisan "darah muda" seperti Angelica Jennifer Candra (20), Berlian Yesi Triutari (19), dan Diva Intan Nurfadillah (21).
"Ini merupakan challenge bagi kami. Sebagai senior, saya pasti akan berikan yang terbaik. Secara teori dan persiapan, kami sudah siap tempur," kata Ayu optimistis.
Pelatih Tim Nasional Basket 3x3 Indonesia, Fandi Andika Ramadhani atau Coach Rama, menekankan pentingnya peran pemain senior sebagai perpanjangan tangan pelatih.
Mengingat dalam regulasi basket 3x3 pelatih memiliki keterbatasan intervensi saat laga berjalan, kematangan mental pemain senior menjadi kunci.
"Ayu dan Biboy punya segudang pengalaman. Saya sudah bicara kepada mereka untuk menularkan cara berkomunikasi di lapangan. Di 3x3, pemainlah yang menentukan jalannya pertandingan di lapangan, pelatih hanya sebelum dan sesudah laga," jelas Coach Rama.
Skuat Garuda sebelumnya telah dilepas secara resmi melalui upacara pengukuhan di Kantor NOC Indonesia pada 20 April lalu. Kini, dengan persiapan yang matang, mereka siap menjaga harga diri bangsa di pasir Sanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cara Daftar PHTC 2026: Syarat Lengkap, Link Resmi, dan Tips Lolos Seleksi
- 2Sejumlah ilmuwan AS yang Terlibat Pengembangan Penangkal Nuklir dan Teknologi Antariksa Hilang Misterius
- 3Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 4Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 5Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 6Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 7Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 8Bernie Sanders Kalah, Senat AS Tolak Dua Resolusi Blokir Penjualan Senjata ke Israel
- 9KPK: Banyak PIHK Kembalikan Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
- 10Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Sejarah Baru Ketahanan Pangan Indonesia





