Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!

AKURAT.CO Kritik terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mencuat. Sejumlah tokoh politik dan mantan pejabat Gedung Putih menyoroti dugaan penurunan kognitif Trump di tengah memanasnya konflik dengan Iran.
Ty Cobb, mantan penasihat senior Gedung Putih pada masa jabatan pertama Trump, menyampaikan kekhawatirannya secara terbuka. Ia menilai kondisi presiden saat ini menunjukkan perubahan signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Presiden AS telah menjadi benar-benar bingung dan kehilangan arah. Kosakatanya menyempit; ia menggunakan hinaan dan ancaman, berperilaku sepenuhnya tidak terduga, dan bertindak tanpa berpikir. Ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki kendali atas perilakunya dari waktu ke waktu,” ujar Cobb, dikutip sebuah sumber, Minggu (19/4/2026).
Cobb menambahkan bahwa gejala tersebut semakin intensif. “Salah satu gejala klasik Alzheimer adalah gangguan tidur-bangun. Kita melihat pernyataan aneh Trump pada pukul 4 pagi, dan kita juga mengamati dia mengantuk selama rapat kabinet pagi dan siang. Ini adalah tanda klasik demensia,” katanya.
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah komentar dan keputusan Trump terkait perang Iran, yang dinilai sebagian kalangan tergesa-gesa dan minim perencanaan.
Kritik serupa datang dari Gubernur Minnesota, Tim Walz. Ia menyebut kebijakan luar negeri Trump tidak rasional dan berisiko bagi stabilitas global.
“Kita memiliki presiden yang menyeret Amerika Serikat ke dalam perang tanpa ancaman nyata, tanpa tujuan yang jelas, dan tanpa rencana keluar,” tegas Walz.
Isu kesehatan pemimpin negara menjadi perhatian sensitif di AS, terlebih dalam situasi konflik internasional yang membutuhkan stabilitas dan ketenangan dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Wait and See, IHSG Ditahan RDG BI dan Risiko Konflik AS-Iran
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Namun, perdebatan mengenai kapasitas kepemimpinan Trump diperkirakan akan terus bergulir, terutama menjelang dinamika politik domestik dan perkembangan perang Iran yang belum mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





