Akurat Logo

Cincinnati Terbuka: Taklukkan Panas Ekstrem dan Drama 5 Match Point, Aryna Sabalenka Ke 32 Besar

Dian Eko Prasetio | 17 Agustus 2026, 13:52 WIB
Cincinnati Terbuka: Taklukkan Panas Ekstrem dan Drama 5 Match Point, Aryna Sabalenka Ke 32 Besar
Petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka, saat tampil menghadapi wakil Australia, Talia Gibson, di laga pembuka Cincinnati Terbuka 2026 di Ohio, Amerika Serikat, Minggu (16/8/2026). X/CincyTennis

AKURAT.CO, Ratu tenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, harus memeras keringat ekstra saat mengawali kiprahnya di ajang WTA 1000 Cincinnati Terbuka 2026.

Menghadapi cuaca panas menyengat dan tiupan angin kencang di Ohio, Amerika Serikat, petenis asal Belarusia tersebut sukses mengandaskan perlawanan wakil Australia, Talia Gibson, pada Minggu (16/8) waktu setempat.

Melakoni laga Cincinnati Terbuka berdurasi satu jam 52 menit di Lindner Family Tennis Center, Aryna Sabalenka mengunci kemenangan dua set langsung (straight set) dengan skor akhir 6-2 dan 7-6 (7-2).

Kemenangan di Cincinnati Terbuka ini kian menegaskan dominasi Sabalenka di panggung tenis profesional.

Hasil manis ini mencatatkan rekor 24 kemenangan beruntun di laga pembuka pada turnamen Tur WTA yang diikutinya.

Pertandingan berjalan tak mudah bagi kedua pemain. Suhu udara yang mendekati 90 derajat Fahrenheit (sekitar 32 derajat Celsius) dipadu dengan hembusan angin kencang berulang kali mengganggu konsentrasi, terutama saat melempar bola servis (ball toss).

https://www.akurat.co/arena/880684/toronto-terbuka-kejutan-besar-ekaterina-alexandrova-pulangkan-aryna-sabalenka-di-babak-16-besar

Aryna Sabalenka bahkan secara jujur mengakui bahwa fisiknya sempat terkuras habis akibat cuaca ekstrem yang menyelimuti area pertandingan.

"Saat ini saya sangat, sangat lelah. Cuacanya luar biasa panas. Saya berharap para penonton di tribun tetap menjaga hidrasi tubuh karena cuaca hari ini benar-benar gila," kata Sabalenka dikutip WTA Tennis.

Kendati harus bertarung melawan faktor alam, performa ball-striking Sabalenka tetap menjadi pembeda utama.

Kolektor tiga gelar Grand Slam itu memberondong 30 winner, termasuk 13 ace yang sangat krusial mengamankan gim servisnya.

Pertarungan mencapai titik didih pada akhir set kedua. Setelah saling mempertahankan servis hingga posisi 5-5, Sabalenka berhasil melakukan break untuk unggul 6-5 dan berpeluang menutup pertandingan.

Namun, drama luar biasa terjadi pada gim berikutnya. Laga berjalan alot hingga melewati enam kali deuce.

Gibson tampil spartan dengan menggagalkan lima kesempatan match point yang didapat Sabalenka sebelum akhirnya mematahkan servis sang ratu tenis untuk memaksakan terjadinya tie-break.

Di fase krusial tersebut, mentalitas juara Sabalenka kembali berbicara. Ia tampil menghentak dengan mengemas enam dari tujuh poin lewat pukulan winner.

Kesempatan match point keenam akhirnya tuntas dieksekusi lewat pukulan backhand return winner mematikan untuk mengunci set kedua yang berlangsung selama 72 menit.

"Akhir laga yang sangat rumit. Saya merasa dia mengeluarkan level permainan terbaiknya di momen terakhir," jelas Sabalenka.

"Energi saya sempat anjlok di gim tersebut, yang terasa sangat aneh. Tapi saya senang meski dia sempat bangkit, saya tetap tenang dan mampu menyajikan tenis terbaik di tie-break."

Keberhasilan melangkah ke putaran ketiga membawa Sabalenka bakal bersua dengan wakil Tiongkok, Wang Xinyu. Ini akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua petenis di level Tur WTA.

Secara rekor pertemuan, Sabalenka masih unggul 1-0 atas Wang Xinyu. Pertemuan tunggal mereka sebelumnya terjadi pada ajang Australia Terbuka 2022 lalu di mana Sabalenka sukses membalikkan keadaan usai tertinggal satu set lebih dulu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.