Tampil Apik di Slovenia, Srondeng Buktikan Indonesia Tak Cuma Jago di Nomor Speed

AKURAT.CO, Skuad panjat tebing Indonesia kembali menjaga asa untuk merebut podium di panggung Eropa.
Atlet spesialis lead putra, Putra Tri Ramadani, sukses mengunci tiket babak semifinal pada ajang World Climbing Series 2026 di Koper, Slovenia, Jumat (4/9/2026).
Tampil di babak kualifikasi, pemanjat tebing yang akrab disapa Srondeng ini berjuang ekstra keras mengumpulkan nilai terbaik.
Hasilnya, Srondeng berhasil bertengger di peringkat ketujuh dengan mengantongi skor 5,1.
Adapun urutan teratas pada fase kualifikasi diduduki atlet asal Korea Selatan, Dohyun Lee, dengan skor 3,0.
Di posisi kedua ada Sam Avezou dari Prancis (skor 3,74), disusul trio Jepang yaitu Neo Suzuki (3,74), Sorato Anraku (4,9), Satone Yoshida (5,05), serta wakil Spanyol Alberto Ginés López (4,95).
Lolosnya Srondeng ke fase semifinal dinilai sudah sesuai dengan skenario awal yang dirancang tim pelatih.
Diharapkan, atlet peringkat lima dunia itu mampu melaju lebih jauh hingga menembus tangga podium pada partai puncak.
"Srondeng sudah berusaha maksimal dan sesuai harapan kita masuk di semifinal," kata Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia, Amri.
Optimisme senada diutarakan oleh Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu.
Menurutnya, konsistensi Srondeng di Slovenia menjadi bukti kuat bahwa Indonesia kini tak lagi dipandang sebelah mata di nomor lead.
"Kita optimistis Srondeng akan memberikan performa terbaiknya pada seri Koper ini," tegas Aries.
Seri Koper kali ini murni memfokuskan persaingan pada nomor lead perorangan putra dan putri.
Di sektor putra, keberadaan Srondeng menegaskan dominasi anyar Merah Putih yang kini mulai sejajar dengan raksasa-raksasa lead dunia.
Sayangnya, keberhasilan Srondeng belum mampu diikuti oleh wakil putri Indonesia, Alma Ariella Tsany.
Bertarung di babak kualifikasi, Alma harus puas menyudahi kompetisi di peringkat ke-33 usai mengumpulkan skor 28,93.
Partisipasi Srondeng dan Alma dalam ajang di Koper ini diproyeksikan sebagai ajang try out vital menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Selain untuk mematangkan mentalitas bertanding di iklim kompetisi yang ketat, ajang ini sekaligus menjadi momentum berharga guna mendongkrak World Ranking para atlet sebelum berlaga di Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






