Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Erick Thohir: Kami Berpihak Pada Korban!

AKURAT.CO, Suara lantang datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyikapi skandal dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang mengguncang Pelatnas Panjat Tebing. Erick menegaskan bahwa negara hadir dan berdiri tegak di pihak korban.
Erick Thohir mendukung penuh langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang memfasilitasi lima atlet untuk menyeret mantan pelatih kepala mereka ke Mabes Polri.
Erick Thohir menyebut, tindakan ini adalah upaya mengejar keadilan agar pelaku mendapatkan hukuman maksimal.
“Negara hadir melindungi para atlet. Kami berpihak pada korban dan mendukung penuh langkah FPTI untuk mendampingi korban melaporkan kasus ini agar diproses secara hukum,” kata Erick dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (5/3).
Erick menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun (zero tolerance) terhadap tindakan asusila yang mencoreng sportivitas.
Baginya, lingkungan olahraga harus menjadi ruang yang paling aman dan bermartabat bagi para pahlawan bangsa.
“Jika terbukti bersalah, pelaku harus mendapatkan hukuman maksimal. Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini,” tegas Erick.
Bagi Menpora, kasus di cabor panjat tebing ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh federasi olahraga di Indonesia.
Ia mendesak adanya penguatan sistem perlindungan atlet agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Olahraga seharusnya menjadi ruang aman bagi para atlet untuk berkembang dan berprestasi demi bangsa. Saya mendorong seluruh federasi untuk bersama-sama membangun budaya yang melindungi atlet,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid mengungkapkan bahwa lima atlet telah berani bersuara untuk memutus rantai kekerasan.
FPTI pun bertindak cepat dengan memecat tidak hormat sang pelatih dan mencarikan tim kuasa hukum bagi para korban.
“Kalau FPTI secara organisasi tidak bisa melaporkan (karena bukan korban langsung), tetapi kami membantu mencarikan pengacara untuk para korban yang mau melapor ke polisi,” kata Yenny Wahid dalam jumpa pers di Hotel Santika Harapan Indah, Bekasi, Rabu (4/3).
Yenny Wahid juga menjamin bahwa privasi dan hak-hak para korban akan dijaga ketat oleh federasi. Dukungan penuh Menpora dan gerak cepat FPTI ini diharapkan menjadi preseden baik dalam penegakan keadilan di dunia olahraga nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







