Asian Games: Resmi Dikukuhkan, Kontingen Indonesia Bakal Dilepas Prabowo sebelum ke Jepang

AKURAT.CO, Setelah merampungkan prosesi pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026), para atlet terbaik Tanah Air dijadwalkan langsung meluncur ke Istana Negara untuk dilepas secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan bahwa agenda pelepasan oleh Kepala Negara ini menjadi suntikan semangat ekstra bagi para pejuang olahraga sebelum bertolak ke Negeri Sakura.
Tak hanya kontingen Asian Games, momen ini juga dimanfaatkan untuk sekaligus memohon restu pelepasan bagi skuad Asian Para Games yang bakal berlaga pada akhir Oktober mendatang.
"Insyaallah kita akan dilepas oleh Bapak Presiden pada siang ini. Dan sekalian juga pada kesempatan ini saya akan menyampaikan kepada Bapak Presiden nanti untuk melepas kontingen Para Games yang bertanding di akhir Oktober," kata Erick Thohir usai prosesi pengukuhan.
Menpora Erick mengapresiasi suasana pengukuhan kontingen yang berjalan khidmat dan penuh rasa kebersamaan.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak akan pernah tercipta tanpa adanya sinergi kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini, Kemenpora terus bergandengan tangan dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pengurus cabang olahraga (cabor), hingga jajaran Chief de Mission (CdM) untuk mengelola kontingen secara profesional, akuntabel, serta berbasis target yang realistis.
"Saya senang karena selalu yang sering saya sampaikan, tidak mungkin kita meraih prestasi tanpa kesatuan dari semua stakeholder. Hari ini, Kemenpora bersama KOI, cabor, dan tentunya Chief de Mission, kita benar-benar mengelola secara baik dan transparan, dan juga ada target-targetnya," jelasnya.
Erick menegaskan bahwa Asian Games 2026 harus dijadikan momentum kebangkitan olahraga nasional agar bisa melangkah lebih jauh.
Meski Indonesia tercatat telah mengumpulkan sejarah manis dengan raihan 98 medali emas sepanjang keikutsertaan serta dua kali sukses menjadi tuan rumah (1962 dan 2018), pencapaian tersebut dinilainya belum cukup.
"Kalau kita mapping dengan banyak negara tetangga, kita masih di bawah. Padahal kita negara terbesar di Asia Tenggara secara penduduk dan kepemimpinan politik. Nah, inilah yang kita sekarang sama-sama dorong," tegas Erick.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan terobosan besar di sektor pembinaan.
Salah satunya adalah skema Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang kini bersifat multi-years dan menerapkan sistem indeks prestasi.
"Terobosan yang sudah diberikan Bapak Presiden, bahwa yang namanya pelatnas itu mesti multiyears dan juga ada indeks prestasinya. Jadi sekarang tidak lagi hanya dalam satu payung saja pelatnas," tambah Erick.
Di samping persiapan teknis, Menpora juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua KOI dan jajaran CdM yang sigap merespons berbagai kendala tak terduga, mulai dari erupsi gunung berapi di dalam negeri hingga ancaman banjir yang sempat melanda kawasan Nagoya, Jepang.
Erick menilai kesiapan plan A dan plan B yang disiapkan panitia menjadi bukti nyata komitmen tinggi dalam menjaga kenyamanan serta fokus para atlet.
"Tadi ada meletusnya Gunung Krakatau, CdM dan KOI tidak berdiam diri, mencari plan A dan plan B. Termasuk yang sekarang sedang di Nagoya ada banjir, ada plan A dan plan B. Itulah bukti beliau-beliau ini peduli, karena kita harus memastikan pelayanan atlet secara maksimal," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







