Presiden Prabowo Setujui Pelatnas Multiyears, Erick Thohir Fokus Kembangkan 21 Cabor Unggulan

AKURAT.CO, Pemerintah melakukan lompatan besar dalam sistem pembinaan olahraga nasional. Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui terobosan penyelenggaraan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara jangka panjang (multiyears) demi menjaga kesinambungan dan keberlanjutan performa para atlet.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, usai mendampingi Presiden Prabowo melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menpora Erick menilai skema pembiayaan multiyears menjadi solusi krusial agar Pelatnas tidak lagi terkendala masalah birokrasi pencairan anggaran tahunan yang sering kali memutus ritme latihan atlet.
"Kami memberi pandangan kepada beliau (Presiden) mengenai Pelatnas jangka panjang, dan beliau langsung meminta saya untuk mengirimkan surat segera kepada Mensesneg, bagaimana Pelatnas ini bisa nanti multiyears, tidak lagi per tahun," kata Erick Thohir.
Baca Juga: Wujudkan Komitmen Prabowo, Menpora Erick Thohir Kunci Anggaran Pelatnas Multiyears Menuju Olimpiade
Erick Thohir menjelaskan, fleksibilitas anggaran lintas tahun ini akan mempermudah tata kelola program latihan tanpa khawatir terhenti di tengah jalan.
"Pandangan dari Bapak Presiden, yang terpenting dari anggaran kami itu tahun ini ada, tahun depan ada. Nah ini bisa lintas tahun. Kalau tahun depan ada efisiensi tersisa, bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden nambahin," jelasnya.
Meski mendapat dukungan penuh, Menpora menegaskan bahwa fleksibilitas pembiayaan wajib diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas yang ketat demi melindungi integritas atlet serta lembaga.
"Mekanisme ini harus transparan dan tidak ada indikasi hal-hal yang menjadi kasus korupsi di kemudian hari. Kita harus transparan semuanya dan kita harus lindungi atlet kita," tegas Erick.
Fokus 21 Cabor Unggulan dan Genjot Nomor Perorangan
Selain merubah mekanisme pembiayaan, pemerintah juga merombak formula pembinaan atlet dengan menetapkan fokus pada 21 cabor unggulan. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya merupakan cabang olahraga tingkat Olimpiade, plus pencak silat sebagai cabor berbasis budaya nasional.
"Kalau kita bicara Olimpiade ya akan fokus di 20 cabor di luar pencak silat. Pencak silat ini kita dorong sebagai olahraga budaya kita. Kalau Korea bisa dengan taekwondo, Jepang dengan judo, Thailand dengan muaythai, kenapa Indonesia tidak bisa dengan pencak silatnya?" tutur Menpora.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







