Gregoria Gagal Di China Masters Setelah Juara Di Jepang, Indra Widjaja Sebut Masalah 'Telapak Kaki'

AKURAT.CO, Pelatih Sektor Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Indra Widjaja, mengatakan bahwa kegagalan salah satu anak asuhnya, Gregoria Mariska Tunjung, di China Masters 2023 disebabkan karena kondisi kulit kaki yang terkelupas (blister).
Menurut Indra Widjaja, cedera tersebut sebenarnya sudah dialami oleh Gregoria Mariska Tunjung sejak tampil Jepang Masters di Kumamoto, pekan lalu.
Ketika itu Gregoria Mariska tampil di final Jepang Masters dan menjadi juara dengan mengalahkan andalan China juara Olimpiade Tokyo 2020, Chen Yu Fei.
“Gregoria datang ke Shenzhen (untuk China Masters) dari Kumamoto memang tidak dalam kondisi bagus,” kata Indra Widjaja di Jakarta sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI, Minggu (26/11).
“Secara kondisi, telapak kaki kanan-kiri Gregoria sudah pecah dan belum tumbuh kulit baru.
“Tetapi keinginan Gregoria untuk terus bermain itu besar sekali. Semua keputusan saya serahkan ke dia. Dia pun sudah memutuskan untuk tetap main. Dia memang memiliki keinginan demikian kuat.”
Di China Masters, Gregoria sukses melewati wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan pada putaran pertama.
Namun, ia terhenti di putaran kedua setelah dikalahkan eks pebulutangkis ranking satu dunia asal Jepang, Nozomi Okuhara.
“Di babak kedua kemudian bertemu Okuhara, reli-relinya makin panjang. Otomatis gesekan-gesekan telapak kakinya makin intens dan makin panas karena kulit telapak kakinya masih tipis,” kata Gregoria.
Baca Juga: China Masters: Gregoria Dan Ginting Tersingkir, Wakil Indonesia Berguguran Di Putaran Kedua
“Saya lihat, kondisi ini membuat fokus, pikiran, dan konsentrasinya bercabang. Gregoria mau terus fight, sementara kondisi telapak kakinya sebenarnya kurang memungkinkan.
“Dari faktor itulah, penampilannya di tengah lapangan lawan Okuhara jadi agak tanggung.”
Selanjutnya, Indra Widjaja akan menyiapkan Gregoria untuk turun di turnamen penutup musim, Final BWF (WTF). Turnamen ini akan diselenggarakan di Hangzhou, China, 13-17 Desember mendatang.
“Untuk WTF kami masih memiliki sekitar 20 hari. Ini bisa dipakai untuk persiapan dan pemulihan,” kata Indra.
“Semoga telapak kakinya sudah pulih. Harapannya pekan depan sudah normal, sehingga punya waktu dua minggu untuk persiapan penuh ke WTF.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







