Suntik PBSI Bantuan Rp10,4 Miliar, Kemenpora Targetkan Tradisi Emas Bulutangkis di Olimpiade 2028

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) resmi mengucurkan dukungan senilai lebih dari Rp10,4 miliar dalam bentuk peralatan gymnasium dan sport science untuk Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata Pemerintah untuk mengembalikan tradisi medali emas pada Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang setelah sebelumnya gagal di Olimpiade Paris 2024.
Serah terima bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora), Gunawan Suswantoro, kepada Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (28/1) pagi.
Baca Juga: PBSI Hapus Tradisi Degradasi Akhir Tahun, Eng Hian: Evaluasi Kini Berbasis KPI
Dukungan sarana dan prasarana ini terbagi menjadi dua sektor utama guna menunjang fisik serta pemantauan performa atlet secara ilmiah. Di antaranya adalah peralatan gymnasium sebesar Rp7,96 miliar dan perangkat sport science sebesar Rp2,48 miliar.
Sesmenpora Gunawan Suswantoro menegaskan bahwa bulutangkis tetap menjadi cabang olahraga (cabor) prioritas Pemerintah. Konsistensi bantuan ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi atlet untuk mencapai prestasi tertinggi di kancah dunia.
"Peralatan yang diberikan kami harap bisa maksimal digunakan. Pesan Pak Menteri dan Pak Presiden adalah 2028 kita harus berprestasi dengan mencapai emas," kata Gunawan di Cipayung, Rabu (28/1).
Sementara itu, Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menyambut baik bantuan tersebut dengan menyebutnya sebagai bagian dari transformasi sistem pembinaan prestasi nasional. Menurutnya, bantuan ini akan menjadi fondasi penting bagi long-term athlete development.
Baca Juga: Evaluasi Indonesia Masters: PBSI Fokus Bangun Fondasi Kuat Menuju Olimpiade LA 2028
"Bantuan ini bukan sekadar pengadaan alat, melainkan bagian dari transformasi. PBSI terus bergerak dari pendekatan konvensional menuju pendekatan yang semakin ilmiah, terukur, dan berbasis data," tegas Fadil.
Fadil memastikan seluruh peralatan yang diterima akan dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan adanya perangkat sport science seperti Catapult, tim pelatih kini dapat menyusun program latihan yang lebih efektif berdasarkan kondisi riil kebugaran atlet.
Sinergi antara pemerintah dan PBSI ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menjaga gengsi bulutangkis Indonesia di tingkat internasional.
Kehadiran fasilitas kelas dunia di Cipayung diharapkan mampu melahirkan generasi atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki daya saing berkelanjutan.
"Setiap dukungan negara benar-benar harus bermuara pada peningkatan kualitas latihan dan kesehatan atlet. Kami ingin memastikan Indonesia tetap memiliki tradisi prestasi hingga Olimpiade Los Angeles 2028 nanti," ucap Fadil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







