Akurat Logo

Piala Thomas & Uber: An Se Young Kalahkan Putri, Indonesia Sementara Tertinggal 0-1

Dian Eko Prasetio | 2 Mei 2026, 17:09 WIB
Piala Thomas & Uber: An Se Young Kalahkan Putri, Indonesia Sementara Tertinggal 0-1
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, saat beraksi menghadapi wakil Korea Selatan, An Se Young, di laga pertama semifinal Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026). PBSI

AKURAT.CO, Perjuangan tim Uber Indonesia di babak semifinal Piala Thomas & Uber 2026 harus diawali dengan tantangan berat pada laga di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026).

Menghadapi raksasa Korea Selatan, skuad Merah Putih sementara tertinggal 0-1 setelah pebulutangkis tunggal pertama, Putri Kusuma Wardani, takluk di tangan peringkat satu dunia, An Se Young.

Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan bintang Negeri Ginseng tersebut melalui pertarungan dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 5-21.

Meski sempat memberikan perlawanan sengit di gim pembuka, Putri kesulitan membendung dominasi An Se Young yang tampil begitu klinis di gim kedua.

Penampilan Putri sejatinya cukup menjanjikan di gim pertama. Ia mampu meladeni reli-reli panjang yang menjadi ciri khas An Se Young-bahkan beberapa kali sempat mengimbangi perolehan poin hingga masa krusial.

"Di gim pertama saya cukup puas dengan penampilan saya karena bisa mengimbangi permainan An Se Young yang memainkan ritme dengan sangat baik. Dia tidak terlalu menyerang, hanya bola atasnya yang lebih menekan," kata Putri.

Namun, ketenangan An Se Young di poin-poin kritis menjadi pembeda. Putri mengaku sangat menyayangkan kegagalannya menjaga konsistensi di pengujung gim pertama.

"Cukup disayangkan di akhir saya kurang tahan," tambahnya.

Memasuki gim kedua, situasi berbalik drastis. An Se Young mulai menaikkan intensitas serangan dan mengubah tempo permainan yang membuat Putri kewalahan.

Kesalahan-kesalahan sendiri mulai kerap dilakukan oleh tunggal putri andalan Indonesia tersebut.

Putri mengungkapkan bahwa lawan seolah sudah mengetahui setiap arah pukulannya bahkan sejak servis pertama dilepaskan.

Hal inilah yang membuatnya sulit mengembangkan permainan dan hanya mampu meraih lima poin di gim kedua.

"Di gim kedua dia ada perubahan kecepatan dan saya malah banyak mati sendiri. An Se Young juga sudah membaca pola permainan saya bahkan sejak bola pertama. Pukulan atasnya pun semakin safe," kata Putri.

Meski mencoba bangkit dan melupakan hasil gim pertama, Putri mengakui bahwa level permainan An Se Young kali ini sangat sulit untuk ditembus.

"Saya fokus ke gim kedua, tapi memang permainan dia cukup menyulitkan," ucapnya.

Kekalahan ini membuat beban kini beralih ke pundak ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang akan turun di partai kedua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.