Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Kalah Prematur, Leo/Daniel Mengaku Main Terburu-buru dan Terkendala Angin

Dian Eko Prasetio | 2 Juni 2026, 17:44 WIB
Indonesia Terbuka: Kalah Prematur, Leo/Daniel Mengaku Main Terburu-buru dan Terkendala Angin
Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, saat mengembalikan kok ke arah duet Taiwan, Lee Jhe Huei dan Yang Po Hsuan, pada laga 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, Ekspektasi tinggi publik Istora Senayan gagal dipenuhi oleh pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, di Indonesia Terbuka 2026.

Langkah mereka harus terhenti secara prematur di babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026 setelah tumbang di tangan wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.

Sempat membuka asa di gim kedua setelah tertinggal lebih dulu, Leo/Daniel dipaksa menyerah lewat pertarungan rubber game 16-21, 21-13, dan 19-21 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) sore WIB.

Sorotan tajam mengarah pada jalannya gim penentu laga Indonesia Terbuka kali ini. Leo/Daniel sejatinya sempat memegang kendali permainan dan unggul lumayan jauh.

Namun, keunggulan tersebut sirna seketika setelah duet ganda putra Chinese Taipei berhasil menyalip di poin-poin tua.

Daniel mengakui bahwa biang kerok dari petaka tersebut adalah hilangnya kesabaran serta rentetan kesalahan sendiri (unforced errors) yang mereka lakukan akibat bermain terlalu terburu-buru.

"Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk ganda putra. Tapi tadi kami sudah berjuang, walaupun di terakhir di gim ketiga itu kami terlalu terburu-buru ya," kata Daniel.

Daniel membantah bahwa mereka disebut hilang fokus. Menurutnya, kegagalan mengantisipasi arah angin Istora yang dipadukan dengan kepanikan meladeni perubahan tempo lawan menjadi faktor utama yang mematikan langkah mereka.

"Sebenarnya tidak ada hilang fokus atau gimana, cuma kita banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya yang bola enggak boleh mati, tapi tiba-tiba mati," jelas Daniel.

"Mungkin di lapangan juga cukup angin. Kita sebenarnya enggak boleh buru-buru, karena kan perbedaan waktu dia mukul terus habis itu bola datang tuh pasti rada kebawa angin sedikit. Jadi kita harus lebih sabar saja sih sebenarnya."

Senada dengan sang partner, Leo juga menyesalkan ketidakmampuan mereka dalam meredam momentum kebangkitan Lee/Yang. Di saat Leo/Daniel bernafsu untuk terus menekan, lawan justru bermain tanpa beban yang malah sukses membalikkan keadaan.

"Ya pastinya di seluruh gim tadi mungkin rada terburu-buru. Terus hal-hal misal pas unggul tadi harus terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan," jelas Leo.

"Sebenarnya kita juga sudah mencoba untuk jangan meladeni mereka, tapi kebetulan mereka juga mungkin sudah nothing to lose ya. Sudah enggak percaya bahwa dia bakal kalah atau gimana, tapi ternyata malah bisa mengembalikan keadaan. Seharusnya jangan sampai terjadi."

Kekalahan di babak pertama Indonesia Terbuka ini menjadi rapor merah beruntun bagi juara Thailand Terbuka 2026 ini setelah sebelumnya juga langsung angkat koper di babak awal Malaysia Masters.

Leo menilai, penurunan performa ini tak lepas dari beban ekspektasi yang mendadak melambung tinggi dari publik dan media setelah mereka langsung juara saat baru dipasangkan kembali di Thailand.

"Kita harus garis bawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kita langsung juara ya, ekspektasinya orang-orang dan media lain-lain itu pasti tinggi," beber Leo.

"Jadi sebenarnya waktu hasil ada di Thailand itu juara, kita berdua juga enggak nyangka, karena kan Daniel juga habis rest satu tahun. Jadi sebenarnya itu buat saya sendiri sih bonus sih."

Leo menegaskan mereka tidak mau terpuruk terlalu lama. Dengan sisa turnamen yang ada di depan mata, ia memilih fokus pada pemulihan fisik serta penguatan mentalitas bertanding.

"Saya juga bukan pengen hasilnya selalu buruk di turnamen selanjutnya, dan kita akan mencoba yang terbaik lagi. Masih ada Australia dan Makau yang kita ikutin. Ya kita harus berlatih lebih keras lagi, dijaga mentalnya, dan pastinya jangan sampai terpuruk terlalu lama," kata Leo menuntaskan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.