Akurat Logo

Australia Terbuka: Beda Nasib di Laga Pembuka, Ubed Melaju Anthony Ginting Kandas

Dian Eko Prasetio | 10 Juni 2026, 21:33 WIB
Australia Terbuka: Beda Nasib di Laga Pembuka, Ubed Melaju Anthony Ginting Kandas
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah aka Ubed, saat tampil menghadapi wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, di laga pembuka Australia Terbuka 2026 di Istora, Jakarta, Jumat, (5/6/2026). PBSI

AKURAT.CO, Hasil yang bertolak belakang mewarnai perjalanan sektor tunggal putra Indonesia pada babak 32 besar turnamen BWF World Tour Super 500 Australia Terbuka 2026.

Di saat sang junior, Moh Zaki Ubaidillah, tampil bersinar menciptakan sensasi besar, langkah sang senior, Anthony Sinisuka Ginting, justru harus terhenti secara mengejutkan di laga perdana Australia Terbuka kali ini.

Bertanding di Quaycentre, Sydney, Australia, Rabu (10/6) waktu setempat, Ubed-sapaan Ubaidillah-melenggang mulus ke babak kedua Australia Terbuka usai melibas wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen.

Sedangkan Anthony Ginting dipaksa bertekuk lutut di hadapan pemain muda Negeri Tirai Bambu, China, Dong Tian Yao.

Menghadapi atlet tunggal putra berpengalaman asal Thailand, Kantaphon Wangcharoen, pemain yang akrab disapa Ubed ini tampil agresif sejak awal laga untuk membungkus kemenangan telak dua gim langsung, 21-14 dan 21-11.

Ubed membeberkan bahwa kunci suksesnya hari ini adalah keberanian untuk mengambil inisiatif serangan demi memegang kendali tempo permainan sejak servis pertama digulirkan.

https://akurat.co/badminton/863809/australia-terbuka-siasati-status-juara-bertahan-ketenangan-jadi-kunci-rachel-febi-amankan-tiket-16-besar

"Tadi permainannya dari awal saya sudah mau menekan duluan, mau cari tempo permainan yang lebih enak buat saya sendiri. Tadi apa yang sudah saya strategikan dari awal bisa berjalan sesuai apa yang saya mau," kata Ubed.

Meski menang dominan, Ubed tetap mengantongi catatan evaluasi, terutama setelah sempat kehilangan lima angka beruntun di akhir laga akibat perubahan taktik lawan. Kesiapan ini menjadi modal penting karena di babak 16 besar ia sudah ditunggu oleh unggulan Hong Kong, Lee Cheuk Yiu.

"Besok ketemu pemain senior lagi, Lee Cheuk Yiu, pastinya enggak mau takut. Mau ngadu dulu mainnya, fokus satu-satu. Dia punya pengalaman yang banyak, jadi saya mau coba memberikan yang terbaik," tegasnya.

Ubed juga tidak menampik sempat ada kekecewaan karena gagal tampil di Indonesia Terbuka pekan lalu. Namun, ia berhasil mengubah hal tersebut menjadi bahan bakar positif di Sydney.

"Sempat ada harapan main di Indonesia Open tapi belum rezeki, itu juga saya nothing to lose saja. Mau main atau tidak saya siap, jadi tidak terlalu pengaruh ke sini. Malahan ada waktu untuk mempersiapkan lebih lagi," cetus Ubed.

Nahas, hasil sebaliknya justru harus diderita oleh Anthony Sinisuka Ginting. Pemain andalan Indonesia ini harus mengakhiri perjalanannya di Australia lebih cepat setelah ditumbangkan wakil China, Dong Tian Yao, lewat kekalahan straight game dengan skor 15-21 dan 15-21.

Ginting sejatinya sempat memimpin perolehan angka di awal laga. Namun, perubahan pola permainan yang diterapkan Dong Tian Yao gagal diantisipasi dengan baik oleh peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo tersebut.

"Memang hari ini lawan bisa bermain lebih baik dibanding saya. Dari pertama sempat unggul juga tapi dia coba buat mengubah strategi dan pola permainan, dia lebih menekan dan saya enggak bisa keluar dari tekanan," jelas Ginting.

Selain performa lawan yang meningkat, Ginting menyoroti banyaknya kesalahan sendiri (unforced errors) yang ia lakukan, terutama saat memasuki momen-momen krusial di atas lapangan.

"Saya banyak melakukan kesalahan sendiri apalagi waktu poin-poin yang menentukan. Jadi waktu unggul, waktu poinnya sama, dan poin-poin kritis, kurang bisa memegang permainan dengan baik," sesalnya.

Jalannya gim kedua sejatinya sempat menghidupkan asa ketika Ginting berhasil mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 15-15.

Sayang, momentum kebangkitan tersebut langsung buyar akibat insiden nonteknis di mana lawan melakukan protes keras kepada wasit.

"Ada momentum saya bisa mengejar poin 15-15 di gim kedua, tapi permainan terhenti cukup lama karena dia protes. Jadi pas mulai lagi, ritmenya sudah tidak sama lagi," kata Ginting menuntaskan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.