Kejuaran Dunia: Modal Back-to-back, Fajar/Fikri Bidik Podium Tertinggi Demi Kado Kemerdekaan Indonesia

AKURAT.CO, Hasil manis merebut gelar juara berturut-turut di ajang Jepang Terbuka dan China Terbuka menjadi bekal berharga bagi pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Mengantongi modal percaya diri tinggi serta waktu persiapan yang memadai, Fajar/Fikri membidik podium tertinggi pada ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang bakal digelar di India, 17-23 Agustus mendatang.
Meskipun memikul beban dan ekspektasi tinggi dari Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) yang menargetkan gelar juara, Fikri menegaskan bahwa rentetan hasil positif tersebut dijadikan sebagai dorongan motivasi tambahan alih-alih tekanan.
"Ya, yang pasti bikin kita lebih percaya diri ya, termasuk saya dan A' Fajar pasti lebih percaya diri lagi dengan hasil kemarin bahwa kita bisa juara berturut-turut. PBSI dan pelatih percaya terhadap kita, dan itu jadi motivasi," kata Fikri saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kendati mengantongi tren positif, Fikri menyadari bahwa peta persaingan di ajang berstatus major event seperti Kejuaraan Dunia bakal jauh lebih sengit. Pasangan-pasangan dari negara lain dipastikan bakal tampil menggebu-gebu serta telah mempelajari evaluasi pola permainan mereka.
Oleh karena itu, pebulutangkis berusia 26 tahun tersebut enggan bersikap jemawa. Ia menekankan pentingnya menjaga tingkat konsentrasi dan mewaspadai kejutan dari lawan di luar jajaran pemain papan atas.
"Peluang pasti ada untuk siapa pun. Cuma balik lagi ke masing-masing individu. Karena Kejuaraan Dunia itu pertandingan yang sangat ingin diraih, jadi kalau kita terlalu menggebu-gebu juga tidak baik. Kita harus lebih fokus saja, step by step," kata Fikri.
"Persaingannya jadi lebih ketat lagi dan kita tidak boleh lengah mau lawan siapa pun. Bukan hanya melihat pemain-pemain top saja, pemain yang di bawah pemain top juga pasti bisa menjadi 'kuda hitam' untuk meraih kemenangan. Itu sangat berbahaya."
Mengenai persiapan taktis, Fikri mengungkapkan bahwa tim pelatih bersama tim analisis PBSI telah melakukan bedah video secara mendalam untuk menutup celah dan kelemahan permainan mereka pasca-turnamen di Jepang dan China.
"Perubahan pasti ada. Setiap selesai main, kita langsung lihat video bersama pelatih, partner, dan tim analisis. Setelah mengetahui kelemahan kita di mana, program latihan pelatih sudah tahu apa yang tepat untuk saya dan Fajar. Persiapan khusus lebih ke fokus diri saya sendiri saja," jelasnya.
Menatap lokasi pertandingan yang bakal dihelat di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, Fikri menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi cepat dengan kondisi lapangan maupun fasilitas non-teknis. Ia enggan menjadikan faktor lingkungan sebagai hambatan dalam berburu prestasi.
"Kita harus cepat adaptasi karena bukan tim Indonesia saja, tim negara lain pun akan merasakan hal yang sama dari segi hotel dan main hall-nya. Ambil positifnya saja, jangan terganggu oleh hal seperti itu. Siapa tahu dengan kondisi bagaimanapun, di situ terdapat rezeki kita," ujarnya optimis.
Gelaran Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung pada bulan Agustus ini juga terasa kian spesial karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Fikri pun menyimpan tekad untuk memancangkan bendera Merah Putih di podium tertinggi sebagai persembahan kado ulang tahun bagi bangsa Indonesia.
"Ya, pasti pengen. Kalau bisa dapat hasil terbaik dan bisa juara, mungkin itu bisa jadi hadiah buat Indonesia," kata Fikri menuntaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








