Akurat Logo

Kejuaraan Dunia: Raymond/Joaquin Tak Terbebani Status Unggulan Meski Debutan

Dian Eko Prasetio | 13 Agustus 2026, 16:02 WIB
Kejuaraan Dunia: Raymond/Joaquin Tak Terbebani Status Unggulan Meski Debutan
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam salah satu aksi di Indonesia Terbuka 2026 di Jakarta, Juni 2026. PBSI

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dipastikan bakal mencatatkan debut pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.

Menariknya, dalam penampilan perdana Kejuaraan Dunia Bulutangkis ini, mereka langsung menyandang predikat sebagai pasangan unggulan.

Status sebagai pasangan seeded (unggulan) diakui Nikolaus memberikan keuntungan tersendiri dari sisi skema bagan pertandingan (draw).

Dengan posisi tersebut, alur lawan yang akan dihadapi menjadi lebih terpetakan sejak awal.

"Kalau unggulan menurut saya sih malah bagus, jadinya kan kita sudah tahu nih kira-kira bakal di mana, enggak yang random. Jadi ya cukup senanglah dapat seed," kata Nikolaus saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Keuntungan sebagai pasangan unggulan juga membuat Raymond/Nikolaus berhak mendapatkan keunggulan bye di babak pertama dan langsung melaju ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.

Kendati lawan di babak kedua nanti sudah mencicipi atmosfer lapangan terlebih dahulu, Raymond tidak menganggap hal itu sebagai ancaman berarti.

https://www.akurat.co/badminton/881758/kejuaraan-dunia-raymond-jaoquin-banyak-latihan-pertahanan-persiapan-maksimal

"Menguntungkan sih pasti, soalnya kan lawannya harus main sekali lagi. Bedanya mereka sudah tahu lapangan aja dibanding kita. Cuma saya rasa itu enggak masalah selama kita bisa fokus sama apa yang harus dilakukan," jelas Raymond.

Bagi Nikolaus, Kejuaraan Dunia memiliki daya tarik tersendiri yang sangat monumental. Setelah sempat gagal di level junior pada nomor perseorangan, pebulutangkis muda ini sangat berambisi untuk mengamankan medali di kancah senior.

"Kejuaraan Dunia kalau menurut saya salah satu turnamen yang bergengsi, dan medalinya beda sendiri. Saya pengen punya juga. Dulu pas junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di level senior ini," kata Nikolaus penuh tekad.

Kendati status mereka masih tergolong pasangan muda di jajaran ganda putra papan atas Indonesia, Raymond menolak anggapan bahwa mereka tidak dibebani ekspektasi tinggi.

Ia menegaskan kesiapannya untuk langsung membuktikan kualitas tanpa harus menunggu usia matang.

"Kalau dari saya sih bukan karena muda ya. Kalau misalkan bisa juara sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur? Kalau dari muda saja bisa, kenapa enggak? Kita pengen nunjukin kalau kita itu bisa," jelas Raymond.

Meskipun mematok motivasi tinggi, Raymond/Nikolaus tetap berhati-hati dalam menjaga ekspektasi agar tidak menjadi bumerang yang merusak fokus saat bertanding di lapangan. Target ditempatkan secara bertahap dari babak ke babak.

"Kalau mikir ke sana (semifinal/final) enggak dulu sih. Soalnya kadang ekspektasi tinggi juga menghancurkan diri kita sendiri kan. Jadi kita mau fokus saja per round, gimana cara menang dari babak ke babak," tutur Raymond.

Saat ditanya mengenai siapa lawan terberat yang diprediksi bakal menghadang langkah mereka di Kejuaraan Dunia 2026, kedua pemain kompak memberikan jawaban bijak.

"Enggak ada lawan terberat. Lawan terberat itu diri sendiri," seloroh Raymond yang diiyakan oleh Nikolaus.

Selain fokus ke Kejuaraan Dunia, nama Raymond/Nikolaus juga masuk dalam radar calon amunisi tim bulutangkis Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Walau masih menunggu keputusan resmi dari pelatih, keduanya menyatakan siap jika dipanggil membela Merah Putih di panggung terbesar se-Asia itu.

"Belum tahu sih, tunggu resminya aja. Tapi harapan sih pengen banget main di Asian Games. Siapa sih yang enggak pengen. Kalau dimainkan kita pasti siap dong, perdana juga buat kita meskipun ada beban target," tutup Raymond optimistis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.