Akurat Logo

Kejuaraan Dunia: Sukses Lalui Laga Debut, Isyana/Rinjani Siap Tempuh Perang Saudara Lawan Rachel/Febi

Dian Eko Prasetio | 18 Agustus 2026, 01:47 WIB
Kejuaraan Dunia: Sukses Lalui Laga Debut, Isyana/Rinjani Siap Tempuh Perang Saudara Lawan Rachel/Febi
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, saat beraksi di laga pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, mengawali penampilan perdana mereka di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dengan torehan manis.

Melakoni babak 64 besar di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, Senin (17/8/2026), Isyana/Rinjani sukses mengandaskan perlawanan wakil Skotlandia, Julie Macpherson/Ciara Torrance, dua gim langsung dengan skor 21-12 dan 21-18.

Usai pertandingan, Isyana tak menampik bahwa sensasi bertanding di panggung Kejuaraan Dunia Bulutangkis menghadirkan riak ketegangan tersendiri bagi dirinya dan Rinjani yang berstatus sebagai debutan.

"Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia tapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik," ucap Isyana usai laga.

Mengenai strategi permainan di lapangan, Isyana membeberkan kunci keberhasilan mereka membungkus kemenangan gim pertama terletak pada skema tekanan cepat di area depan net.

"Tadi kami coba untuk terus bermain no lob dan cepat untuk menekan mereka dari permainan depan," tambah Isyana.

Sementara itu, Rinjani Kwinnara Nastine menjelaskan dinamika laga di gim kedua yang sempat diwarnai kejar-mengejar angka akibat lambatnya adaptasi pergerakan shuttlecock.

"Di gim pertama enak start-nya, sudah langsung in juga. Dengan kondisi kalah angin, kami malah lebih nyaman mainnya," kata Rinjani membeberkan.

https://www.akurat.co/badminton/882508/kejuaraan-dunia-indonesia-tambah-3-amunisi-2-ganda-campuran-1-ganda-putri

"Tapi di gim kedua kami terlalu lambat adaptasi, agak bingung dengan pergerakan shuttlecock jadi banyak kehilangan poin."

Kendati sempat berada dalam situasi sulit di gim kedua, mentalitas dan keyakinan di poin-poin kritis menjadi penentu keberhasilan mereka untuk menyegel tiket ke babak berikutnya.

"Kami coba menguatkan mental di poin-poin akhir itu untuk memaksa mengambil kemenangan, coba lebih yakin lagi," tutur Rinjani.

Kemenangan ini memastikan Isyana/Rinjani bakal menciptakan derbi 'perang saudara' pada babak selanjutnya dengan menghadapi senior mereka di Pelatnas PBSI, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

Menatap laga internal tersebut, Rinjani mengusung misi revitalisasi atas kekalahan yang pernah mereka derita dari seniornya di ajang Indonesia Terbuka lalu.

"Di babak selanjutnya akan bertemu senior kami, Rachel/Febi. Pastinya kami mau coba yang terbaik dan enggak mau kalah," kata Rinjani mengakhiri.

"Kami mau tes lagi kemampuan kami setelah kalah straight game di Indonesia Open lalu. Semoga kami bisa balas dan menang."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.