Buntut Kasus Suap Barcelona, Polisi Geledah Kantor Komite Wasit Spanyol
AKURAT.CO, Kepolisian Spanyol melakukan penggeledahan terhadap Kantor Pusat Komite Wasit Sepakbola Spanyol (CTA) sehubungan dengan dugaan “suap” yang dituduhkan terhadap Barcelona. Penggeledahan dilakukan di kantor CTA yang berlokasi di ibukota Spanyol, Madrid, Kamis (28/9).
Sebagaimana dikabarkan BBC, penggeledahan ini merupakan tindakan susulan atas laporan pada Maret silam yang menyebutkan bahwa Barcelona memberikan uang sebesar 8,4 juta Euro (sekitar Rp137,8 miliar) kepada mantan Wakil Presiden CTA, Jose Maria Enriquez Negreira.
Uang tersebut diduga dibayarkan ke Negreira dan perusahaan milik Negreira dengan tujuan untuk memengaruhi wasit pertandingan Barcelona. Jumlah itu mengalir dari Barcelona ke Negreira dalam rentang 2001-2018.
Baca Juga: Kesal Dikartumerah Wasit, Xavi Sebut Laga Getafe-Barcelona Tak Layak Jual
Sejurus selepas laporan itu muncul, penyelidikan awal dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum Barcelona. Setelah itu, UEFA juga melakukan penyelidikan yang mereka bentuk sendiri.
Pada awalnya, penyelidikan dilakukan atas tuduhan penggelapan pajak oleh perusahaan milik Negreira. Uang yang masuk ke perusahaan sebesar 1,4 juta Euro terjadi pada 2016 dan 2018 sementara tujuh juta Euro lainnya langsung ke Negreira pada periode 2001 dan 2018.
Barcelona sendiri mengaku bahwa mereka membayar perusahaan milik Negreira yang dikenal dengan nama Dasnil 95. Namun demikian, klub raksasa La Liga Spanyol itu mengatakan bahwa pembayaran itu dilakukan untuk jasa konsultan teknis internal untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan staf kepelatihan.
Baca Juga: Presiden La Liga: Inggris Adalah Pasar Narkoba Di Bursa Transfer
Seraya membantah tuduhan tersebut, Barcelona mengatakan bahwa pembayaran seperti itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh klub-klub profesional. Sementara itu, pada Februari silam sebanyak 19 klub La Liga menyatakan kekhawatirannya atas isu ini.
UEFA sendiri mengizinkan Barcelona bermain di Liga Champions musim ini dengan status sementara. Kebijakan ini diambil oleh UEFA dengan alasan penyelidikan terhadap kasus suap ini sedang dijalankan.
“Penyelidik yang ditugaskan di kasus ini diminta untuk meneruskan dan memfinalisasi penyelidikan mereka dan mengirimkan laporan lanjutan ke lembaga banding apakah dan kapan mereka mempertimbangkan pengeluaran FC Barcelona (dari Liga Champions) harus dinilai,” kata UEFA, Juli lalu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








