Piala Asia: 70 Tahun Rivalitas Timnas Indonesia dan Jepang, Garuda Pernah Menang 7-0

AKURAT.CO, Indonesia dan Jepang punya sejarah persaingan yang cukup panjang di sepakbola. Tercatat, kedua negara sudah bertarung sebanyak 15 kali dalam 70 tahun terakhir di mana Timnas Indonesia menang lima kali, imbang dua kali, dan kalah delapan kali.
Timnas Indonesia dan Jepang akan kembali bertemu untuk yang ke-16 kalinya di laga penyisihan terakhir Grup D Piala Asia 2023. Laga yang akan dihelat di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1), itu merupakan yang pertama sejak 1989.
Jika melihat rekor pertemuan dengan lima kali kemenangan sebenarnya Timnas Indonesia tak buruk-buruk amat di hadapan Jepang. Namun, perlu diingat, sepakbola Jepang sebelum 1990 berbeda jauh dengan periode sebelumnya.
Baca Juga: Klasemen Piala Asia: Bersama Bahrain, Timnas Indonesia di Posisi Teratas Peringkat Ketiga Terbaik
Level Jepang meninggalkan Indonesia ketika mereka membubarkan kompetisi semi profesional yang disebut Japan Soccer League ke sepenuhnya profesional sejak 1991. Kompetisi baru itu dikenal dengan nama J League dan bertahan hingga saat ini.
Di kalangan penikmat sepakbola Tanah Air ada ingatan bahwa Jepang di masa lalu “belajar” sepakbola ke Indonesia. Ungkapan ini untuk menunjukkan bahwa betapa lambatnya perkembangan sepakbola Indonesia dibanding Jepang.
Pertemuan pertama Timnas Indonesia dengan Jepang terjadi di Asian Games 1954 yang diselenggarakan di Manila, Filipina. Ketika itu, level Indonesia masih berada di atas Jepang dan Garuda menaklukkan Samurai Biru dengan skor 5-3.
Timnas Indonesia juga pernah mencatatkan kemenangan telak dengan skor 7-0 pada Piala Merdeka 1968 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Delapan tahun kemudian, Jepang membalas dengan menaklukkan Indonesia 6-0 di turnamen yang sama.
Baca Juga: Klasemen Piala Asia: Malaysia dan Vietnam Tersingkir, ASEAN Sisakan Indonesia dan Thailand
Adapun pertemuan terahir adalah dua leg putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 1990. Laga berakhir imbang o-0 di Stadion Senayan (kini Gelora Bung Karno) pada 28 Mei 1989 dan Jepang menang 5-0 di Tokyo pada 11 Juni 1989.
Dua puluh empat tahun sejak itu ketika Indonesia bersiap menghadapi Jepang di Piala Asia besok malam, kualitas sepakbola kedua negara bak langit dan bumi.
Jepang tak pernah absen tampil di Piala Dunia sejak 1998 sementara Indonesia masih kepayahan di kualifikasi. Selain itu, mereka terus mengirimkan pemain ke klub elite Eropa seperti Liverpool, Arsenal, dan beberapa di Bundesliga Jerman.
Harapannya adalah keajaiban dengan keberadaan Pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Sebagai pelatih Korea, Shin Tae-yong lebih mengenal sepakbola Jepang dan punya pengalaman menciptakan kejutan ketika membawa tim nasionalnya menumbangkan raksasa Jerman di Piala Dunia Rusia 2018.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









