Cerita Megawati Soekarnoputri Dididik di Istana: Orang Tua Saya Seniman, Anak-anak Wajib Belajar Menari

AKURAT.CO Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan sisi lain kehidupan orang tuanya yang selama ini jarang diketahui publik.
Ia menyebut bahwa ayahnya, Bung Karno, dan ibunya, Fatmawati, pada dasarnya adalah sosok seniman. Meski aspek kehidupan tersebut secara historis tidak menonjol di hadapan publik.
Hal tersebut diungkapkan Megawati saat membuka pameran seni rupa bertajuk "Mata Hati Soekarno" yang diselenggarakan di galeri Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).
Megawati membagikan memorinya tentang bagaimana pola pendidikan di dalam Istana Kepresidenan kala itu sangat kental diwarnai oleh kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.
"Kami dididik di Istana, itu bapak-ibu saya tuh sebetulnya seorang seniman tapi tidak ditonjolkan selama ini," ungkapnya.
Baca Juga: Momen Prabowo Gandeng Megawati Memperlihatkan Persatuan Pemimpin Indonesia Hadapi Tantangan Global
Mengingat dibesarkan oleh orang tua yang berjiwa seni, Megawati menceritakan bahwa dirinya bersama saudara-saudaranya sudah diwajibkan untuk belajar menari tradisional sejak masih berusia lima tahun.
Ia digembleng secara disiplin untuk menguasai berbagai tarian daerah, mulai dari tarian Bali, Sunda, Jawa, hingga Sumatera.
Menariknya, Megawati mengaitkan gemblengan tari fisik masa kecilnya itu dengan kondisi kesehatannya hari ini, dimana seorang profesor ortopedi sempat menyatakan kekagumannya terhadap kekuatan struktur tulangnya di usia senja.
"Rupanya ketika umur lima tahun itu kan mulai membangun pertumbuhan badan, ya tulang dan lain sebagainya. Saya bisa nari Bali, Sunda, Jawa, Sumatera. Empat ini digembleng, bukannya asal-asalan, tidak," jelasnya.
Ketertarikan mendalam Megawati terhadap seni rupa juga dipengaruhi oleh kebiasaan Bung Karno yang kerap mengumpulkan para pelukis legendaris Indonesia di lingkungan Istana.
Baca Juga: Megawati Kenang Ryamizard Ryacudu Sosok Prajurit Negarawan yang Teguh pada Prinsip
Sejak kecil, Megawati sudah mengenal dekat sosok pelukis legendaris seperti Basoeki Abdullah, Affandi, hingga Nashar. Ia tumbuh besar dengan menyaksikan para maestro tersebut melukis dan berdiskusi secara mendalam.
Bagi Megawati, perjumpaan masa kecil dengan dunia seni itu membentuk pemahamannya bahwa seni memiliki fungsi luhur bagi perkembangan jiwa manusia.
Ia pun mendorong para pelaku seni dan budaya lokal untuk terus mendirikan sanggar-sanggar seni guna mengenalkan kekayaan budaya dan karakter nasionalisme Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.
"Seni itu menurut saya membangunkan yang namanya roh kita itu menjadi sebuah hal yang sangat-sangat baik bagi kemanusiaan," tandas Megawati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








