Bagaimana Melepas Kutukan tanpa Gelar Inggris yang Lebih Setengah Abad? Ini Kata Jude Bellingham

AKURAT.CO, Kekalahan atas Spanyol di final Piala Eropa 2024 memperpanjang masa tanpa gelar yang dialami oleh Tim Nasional inggris menjadi 58 tahun. Dipastikan bakal berlangsung sampai 60 tahun andai mereka tak menjadi juara di Piala Dunia 2026.
Beban sejarah tersebut tergambarkan dari pernyataan salah satu pemain terbaik Inggris di Piala Eropa tahun ini, Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid ini menyadari bahwa kebutuhan untuk perubahan sangat mendesak bagi negaranya.
“Saya kira jika Anda melihat semuanya secara negatif, tidak ada yang bakal berubah,” kata Jude Bellingham usai laga final Piala Eropa di Olympiastadion, Berlin, Jerman, Minggu (14/7) atau Senin dini hari WIB, sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Baca Juga: Piala Eropa: Williams dan Oyarzabal Jebol Gawang Inggris, Spanyol Rebut Gelar Juara Keempat!
“Jadi penting untuk melihat sisi positif dan negatif secara bersamaan dan menemukan cara untuk suatu hari menempatkan Inggris di atas garis (yang diharapkan).”
Inggris harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 1-2 pada partai final Euro tahun ini. Spanyol mencetak gol melalui Nico Williams dan Mikel Oyarzabal sementara Inggris membalas melalui Cole Palmer.
Dalam rasa kecewanya, Bellingham juga menyadari bahwa Tiga Singa tidak cukup baik untuk mengimbangi permainan Spanyol. Ia mengatakan bahwa kekalahan atas Spanyol adalah pengalaman dalam jalan Inggris yang terus berkembang.
Baca Juga: Takluk dari Spanyol di Final, Southgate Bahas Masa Depannya Bersama Inggris
“Kami semua hanya ingin menciptakan sejarah dan membuat orang Inggris bangga dan kami belum bisa melakukan itu, kami tidak benar-benar bisa tampil,” kata Bellingham.
“Ada alasan-alasan mengapa seperti itu dan saya yakin sebagai satu tim dan bergerak maju, kami akan menganalisanya tetapi saya kira ini tim yang masih muda.
“Benar-benar mengecewakan karena pada beberapa titik kami harus tampil, tetapi ada pengalaman-pengalaman dan ada hal-hal yang bisa kita ambil dari turnamen ini untuk melangkah maju.”
Final Piala Eropa tahun ini adalah final kedua beruntun di turnamen yang sama bagi Inggris setelah edisi 2020 yang dihelat pada 2021 karena pandemi Covid-19. Tiga tahun lalu Inggris dikalahkan Italia melalui adu penalti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








