Profil Lengkap Jay Idzes: Dari Eredivisie hingga Jadi Andalan Timnas Indonesia

AKURAT.CO Profil Jay Idzes dari eredivisie hingga jadi andalan Timnas Indonesia menggambarkan perjalanan pesepak bola keturunan Indonesia ini dari karier profesional di Belanda hingga menjadi tulang punggung lini belakang Garuda.
Kini, Jay Idzes makin mendapat sorotan karena gaya permainannya yang tenang dan pertahanan yang kokoh. Duet Jay bersama Justin Hubner dalam laga Indonesia vs Lebanon diharapkan mampu memberi soliditas di jantung pertahanan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut profil lengkap Jay Idzes dan perjalanan kariernya.
Profil dan Awal Karier Jay Idzes
Jay Noah Idzes lahir pada 2 Juni 2000 di Mierlo, Belanda. Meski lahir dan besar di Negeri Kincir Angin, ia memiliki darah Indonesia dari kakek-neneknya yang berasal dari Jakarta dan Semarang.
Baca Juga: Bursa Transfer: Bukan ke Torino, Jay Idzes Bakal Gabung Sassuolo
Kecintaannya pada sepak bola tumbuh sejak kecil. Idzes memulai perjalanan di akademi SC Brabant, lalu melanjutkan ke PSV Eindhoven (2009–2014), VVV-Venlo, hingga Helmond Sport.
Karier profesionalnya dimulai di FC Eindhoven pada 2018 di kompetisi Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda.
Bersinar di Go Ahead Eagles dan Eredivisie
Perjalanan kariernya makin meningkat saat bergabung dengan Go Ahead Eagles pada 2020.
Di klub ini, Jay Idzes tampil konsisten sebagai bek tengah andalan.
Ia ikut berperan membawa tim tersebut promosi ke Eredivisie, kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Penampilannya yang tenang, disiplin, serta andal dalam membaca permainan membuatnya sering dipuji oleh pengamat sepak bola Belanda.
Baca Juga: Tarik Ulur Transfer Jay Idzes: Genoa Siap Tawar Lebih, Venezia Bertahan
Dalam tiga musim, Idzes mencatat lebih dari 80 penampilan, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu bek muda berbakat.
Merumput di Italia: Venezia hingga Sassuolo
Pada 2023, Jay Idzes menantang diri dengan pindah ke Italia bergabung bersama Venezia di Serie B.
Keputusannya terbukti tepat, karena ia berhasil membawa klub itu promosi ke Serie A.
Debutnya di Serie A tercatat bersejarah. Pada Agustus 2024, Idzes resmi menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di liga tertinggi Italia.
Bahkan, pada Desember 2024, ia mencetak gol ke gawang Juventus, menjadi pemain asal Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang mencatatkan prestasi tersebut.
Pada Agustus 2025, Idzes resmi pindah ke Sassuolo dengan kontrak panjang hingga 2029.
Nilai transfernya mencapai jutaan euro, membuktikan kualitasnya diakui di salah satu liga top dunia.
Dedikasi untuk Timnas Indonesia
Keputusan Jay Idzes membela Timnas Indonesia disambut hangat oleh publik Tanah Air.
Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Desember 2023.
Debutnya bersama Garuda tercatat pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam pada Maret 2024, di mana Indonesia menang 1–0.
Tak butuh waktu lama, Idzes juga mencetak gol perdananya untuk Timnas di laga leg kedua melawan Vietnam.
Sejak itu, ia menjadi andalan utama di lini belakang Timnas Indonesia.
Bahkan, Idzes sempat dipercaya sebagai kapten berkat kepemimpinannya di lapangan.
Gaya Bermain dan Karakter
Dengan tinggi badan 1,90 meter, Jay Idzes sangat tangguh dalam duel udara.
Baca Juga: Jay Idzes: Tekanan untuk Pemain Diaspora? Kami Didukung 280 Juta Orang Indonesia!
Ia bukan tipe bek yang mengandalkan tekel keras, melainkan mengutamakan kecerdasan dalam membaca permainan, posisi yang tepat, serta distribusi bola yang akurat.
Ketenangan dan kepemimpinannya membuat Idzes kerap dianggap sebagai salah satu bek tengah modern.
Ia mampu mengatur lini belakang sekaligus membangun serangan dari bawah, sesuatu yang sangat dibutuhkan Timnas Indonesia.
Itulah profil Jay Idzes dari eredivisie hingga jadi andalan Timnas Indonesia, perjalanan luar biasa pemain keturunan yang kini menjadi kebanggaan Garuda di kancah sepak bola dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








