PSSI Benarkan Nova Arianto Tak Masuk Jajaran Asisten John Herdman di Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Nova Arianto dipastikan tidak masuk dalam daftar calon asisten pelatih yang akan mendampingi John Herdman di Timnas Indonesia senior.
PSSI memilih menugaskan mantan bek Timnas Indonesia tersebut untuk tetap fokus memimpin Timnas Indonesia U-20 yang memiliki agenda padat sepanjang tahun ini.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil agar Nova dapat sepenuhnya menjalankan perannya sebagai pelatih kepala Garuda Muda.
Baca Juga: John Herdman Tak Banyak Bawa Asisten Asing, PSSI Bakal Sodorkan Beberapa Pelatih Lokal
Sumardji menilai tanggung jawab Nova di level usia muda cukup besar dan membutuhkan perhatian penuh.
Pada 2026, Nova Arianto dijadwalkan memimpin Timnas Indonesia U-20 di sejumlah ajang penting, di antaranya Piala AFF U-19 2026 serta Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Padatnya kalender kompetisi tersebut menjadi pertimbangan utama PSSI untuk tidak menariknya ke tim senior.
“Tidak, Nova sudah kami plot sebagai pelatih Timnas U-20. Agendanya ke depan sangat banyak, sehingga dia harus lebih fokus di sana,” ujar Sumardji saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/1).
Meski demikian, PSSI tetap membuka peluang bagi pelatih lokal lain untuk bergabung sebagai asisten John Herdman.
Baca Juga: Nova Arianto Mulai Seleksi Skuad Timnas Indonesia U-20, Persib dan Persebaya Kirim Pemain
Langkah ini diharapkan menjadi sarana transfer ilmu dari pelatih asal Inggris tersebut kepada pelatih dalam negeri.
Sumardji berharap kehadiran Herdman mampu melahirkan lebih banyak pelatih lokal berkualitas, sebagaimana proses yang sebelumnya dijalani Nova Arianto.
Nova sendiri merupakan salah satu "produk" pembinaan pelatih asing era Shin Tae-yong yang diberi ruang untuk berkembang sebelum akhirnya dipercaya menangani tim kelompok umur secara mandiri.
“Kami memang sejak awal meminta kepada John agar membuka ruang seluas-luasnya bagi asisten pelatih lokal. Tujuannya supaya mereka bisa menimba ilmu, baik dari sisi strategi, manajemen, maupun pengembangan kepelatihan,” kata Sumardji.
Ia menambahkan, PSSI ingin proses pendampingan tersebut melahirkan sosok-sosok baru seperti Nova Arianto yang tumbuh melalui pengalaman mendampingi pelatih asing hingga kemudian mampu berdiri sebagai pelatih kepala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








