Delegasi Iran Absen di Kongres FIFA karena Merasa 'Dihina' Imigrasi Kanada

AKURAT.CO, Kongres FIFA ke-76 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada, Kamis (30/4/2026), dibayangi oleh sejumlah persoalan pelik sejalan dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026.
Digelar kurang dari dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 di Kanada-Meksiko-Amerika Serikat, Kongres FIFA kali ini salah satunya diperumit oleh absennya perwakilan Iran.
Selain karena perang antara Iran dan aliansi Israel-AS, ketiadaan wakil negara Persia tersebut di Kongres FIFA tahun ini disebabkan karena delegasi mereka merasa diperlakukan “tak layak”.
New Strait Times menyebut bahwa delegasi Federasi Sepakbola Iran sejatinya sudah mendarat di Toronto, Kanada, awal pekan ini. Namun, mereka langsung kembali ke negaranya karena dianggap “dihina” oleh petugas imigrasi Kanada.
Duduk soalnya adalah karena imigrasi Kanada mempersoalkan status Presiden Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, yang merupakan eks anggota Pasukan Garda Revolusi Republik Islam Iran (IRGC).
Sementara itu, sejak 2024 Kanada adalah negara yang menyatakan bahwa IRGC adalah organisasi teroris. Mereka menyatakan bahwa individu yang terkait dengan IRGC tak bisa diterima di negara mereka.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa posisi Iran di Piala Dunia 2026 masih mengalami pasang-surut sejak perang terjadi pada akhir Februari lalu. Mereka bahkan sempat menyatakan bakal mundur.
Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, sebenarnya sudah menyatakan bahwa para pesepakbola Iran akan disambut datang ke negaranya untuk tampil di Piala Dunia.
Hanya saja, kata Rubio, AS akan memberlakukan larangan terhadap anggota delegasi Iran yang punya hubungan dengan IRGC.
Situasi ini menempatkan sepakbola sebagai arena diplomasi yang cukup krusial dalam konflik Iran dan AS. Pasalnya, Iran adalah salah satu peserta Piala Dunia yang lolos melalui kualifikasi dan juga berstatus salah satu raksasa Asia.
Di Piala Dunia tahun ini, mereka tergabung di grup G yang seluruh pertandingannya digelar di tanah Amerika Serikat. Iran akan melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni di Los Angeles serta menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








