Akurat Logo

Manajer Persija: Kami Kurang Penyerang yang Konsisten Cetak Gol di Laga Besar

Zainal Hasan | 21 Mei 2026, 17:02 WIB
Manajer Persija: Kami Kurang Penyerang yang Konsisten Cetak Gol di Laga Besar

AKURAT.CO, Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengungkap salah satu persoalan utama yang dihadapi timnya sepanjang Super League 2025-2026 adalah penyerang.

Menurut dia, Macan Kemayoran kekurangan sosok penyerang tajam yang mampu konsisten mencetak gol di momen-momen penting.

Meski Persija tampil cukup kompetitif dan mampu bersaing di papan atas klasemen, Ardhi Tjahjoko menilai absennya striker haus gol membuat tim kesulitan menjaga peluang juara hingga akhir musim.

“Kami tidak punya goal getter murni. Ketika bola sudah sampai di depan, kami kesulitan mengubahnya menjadi gol,” ujar Ardhi Tjahjoko kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Evaluasi tersebut muncul setelah Persija dipastikan gagal meraih trofi musim ini dan harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ketiga klasemen sementara.

Padahal, secara permainan dan jumlah kemenangan, performa Persija disebut mengalami peningkatan dibanding musim-musim sebelumnya.

Ardhi Tjahjoko kemudian membandingkan situasi saat ini dengan keberhasilan Persija menjuarai Liga 1 pada 2018 lalu.

Kala itu, Macan Kemayoran memiliki striker tajam dalam diri Marko Simic yang menjadi mesin gol utama tim.

Menurutnya, kontribusi Simic pada musim juara sangat terasa karena mampu mencetak lebih dari separuh total gol Persija sepanjang kompetisi. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan musim ini.

“Waktu 2018 kami punya striker yang benar-benar tajam. Itu yang mungkin sekarang belum kami miliki,” kata Ardhi.

Pada musim 2025-2026, Maxwell Souza memang menjadi pencetak gol terbanyak Persija.

Namun, jumlah gol yang dikoleksi striker asal Brasil tersebut dinilai belum cukup dominan untuk membawa tim konsisten memenangi laga besar.

Meski demikian, Ardhi tetap melihat adanya perkembangan positif dalam permainan kolektif Persija.

Ia menyebut jumlah kemenangan dan perolehan poin musim ini justru lebih baik dibanding saat Persija menjadi juara pada 2018.

Hingga menjelang pekan terakhir kompetisi, Persija telah mengoleksi lebih dari 20 kemenangan dan mengamankan puluhan poin. Catatan itu menunjukkan peningkatan performa tim secara keseluruhan.

“Kalau melihat permainan dan jumlah kemenangan, saya rasa musim ini sebenarnya lebih baik dibanding 2018. Tetapi memang kami kurang di penyelesaian akhir,” ucap Ardhi.

Persija sendiri masih menyisakan satu pertandingan terakhir musim ini menghadapi Semen Padang FC di Jakarta International Stadium.

Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir Macan Kemayoran menutup musim dengan hasil positif.

Di sisi lain, evaluasi besar diperkirakan akan dilakukan manajemen Persija setelah kompetisi berakhir.

Salah satu sektor yang disebut menjadi perhatian utama adalah lini depan, termasuk kemungkinan mencari striker baru yang lebih produktif untuk musim depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.