Akurat Logo

Cristiano Ronaldo Kini Rasakan Beban yang Pernah Menekan Messi, Mampukah Roberto Martinez Cari Solusi?

Hervin Saputra | 18 Juni 2026, 18:06 WIB
Cristiano Ronaldo Kini Rasakan Beban yang Pernah Menekan Messi, Mampukah Roberto Martinez Cari Solusi?
Kapten Tim Nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, saat meninggalkan Stadion Houston, Houston. Amerika Serikat, di laga Grup K Piala Dunia 2026 menghadapi Republik Demokratik Kongo, Rabu (17/6/2026). X/MadridXtra

AKURAT.CO, Sulit dihindari bahwa hasil imbang laga pertama Portugal di Piala Dunia 2026 mengarahkan sorotan kepada megabintang mereka: Cristiano Ronaldo. Tak pelak, Ronaldo harus merasakan kritik dari segala penjuru.

Situasi ini menjadi semakin berbumbu karena sehari sebelumnya, rival Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, justru mencetak trigol untuk Argentina pertandingan pertama Piala Dunia 2026 melawan Aljazair.

Tekanan terhadap Cristiano Ronaldo membesar pasca hasil imbang 1-1 kontra Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston, Houston, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026), itu justru karena penampilannya sendiri.

Legenda sepakbola Prancis, Thierry Henry, menyebut penyerang berusia 41 tahun tersebut “egois” sampai-sampai mengorbankan tim. Salah satunya tampak pada insiden di menit ke-68.

Ketika itu Francisco Conceicao melakukan cut-back yang jika dilepas oleh Ronaldo punya peluang lebih besar menjadi gol oleh Bruno Fernandes. Alih-alih, Ronaldo yang berada pada posisi lebih sulit menyepak bola tersebut dan gagal mencetak gol.

“Kalau dia (Ronaldo) masuk enam yard (sekitar 5,5 meter) ke dalam kotak, para pemain bertahan (Kongo) sudah pasti mengikutinya dan itu akan menjadi sontekan untuk Fernandes,” kata Henry sebagaimana dipetik dari BBC.

https://akurat.co/bola/866331/piala-dunia-2026-cristiano-ronaldo-mandek-kongo-justru-cetak-sejarah-usai-imbangi-portugal

“Karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke jalur umpan. Itu pandangan saya, tim yang butuh mencetak gol, bukan kamu (Ronaldo).”

Pelatih Tim Nasional Portugal, Roberto Martinez, saat menyaksikan timnya menghadapi Republik Demokratik Kongo di laga pertama Grup J Piala Dunia 2026 di Houston, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) atau Kamis pagi WIB. X/Diego_Leon_hq

Dari sini, perhatian kemudian diarahkan kepada Pelatih Tim Nasional Portugal, Roberto Martinez, yang dianggap tak berani mengambil keputusan terhadap Ronaldo.

Alih-alih mengganti Ronaldo, Martinez justru memasukkan penyerang Paris Saint-Germain, Goncalo Ramos, menggantikan gelandang penting timnya, Vitinha, di menit ke-83.

“Dia (Martinez) takut mengeluarkannya. Dia bukan seorang manajer. (Ronaldo) mungkin pada akhirnya mencetak gol kemenangan tetapi pertandingan hari ini sudah lewat untuknya,” kata eks penyerang Tim Nasional Inggris, Chris Sutton.

Ronaldo Kini Punya Beban seperti Messi

Sebelum Argentina menjuarai Piala Dunia Qatar 2022, kritik seperti yang diarahkan terhadap Ronaldo saat ini mengarah pada Lionel Messi. Bukan berarti Ronaldo bebas dari kritik, namun fokus yang lebih terhadap Messi membuatnya Ronaldo sedikit lebih ringan.

Portugal seakan sudah cukup dengan Ronaldo mempersembahkan trofi Piala Eropa 2016. Bandar udara di kampung halamannya di Pulau Madeira, Portugal, bahkan diberinama Bandar Udara Cristiano Ronaldo Madeira sebagai bentuk penghargaan.

Tetapi, setelah Messi mengangkat beban itu dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 plus hattrick melawan Aljazair di Kansas City sehari sebelum Portugal melawan Kongo, kini beban sepenuhnya tertumpu pada Ronaldo.

Eks pemain Tim Nasional Prancis, Gael Clichy, menyebut bahwa status superstar Ronaldo memiliki dua konsekuensi yang bertolak belakang. Di satu sisi diharapkan bisa menginspirasi pemain muda dan di sisi lain justru menyerap terlalu banyak perhatian.

Berdasarkan pengalamannya, Clichy menyebut bahwa ketika pemain seperti Ronaldo dikeluarkan dari lapangan, secara natural pemain lain akan lebih lepas mengambil tanggung jawab.

“Saya tidak bilang itu benar atau salah, tetapi kita Anda mengeluarkan mereka, Anda bisa melihat para pemain lain mengambil tanggung jawab,” ucap Clichy.

“Tetapi, pada saat yang sama, kita tahu pertandingan terkadang tidak alami karena dia ada di lapangan.”

Dalam dimensi perbincangan level elite di mana eks pemain atau pelatih sudah berkomentar soal penampilan Ronaldo dan Portugal semalam, posisi Roberto Martinez kini menjadi krusial.

Martinez kini menghadapi tantangan untuk mengatasi aura Ronaldo yang oleh sebagian pihak dianggap memberatkan dengan menjadikannya meringankan Portugal.

Lagi pula, hasil 1-1 sebenarnya lebih baik ketimbang kalah. Portugal masih punya dua pertandingan lagi di fase grup Piala Dunia 2026.

Yakni melawan Uzbekistan di Houston pada Selasa (23/6/2026) dan melawan Kolombia pada Sabtu (27/6/2026) di Miami.

Pertanyaan bagi Martinez adalah apakah ia akan mengambil pendekatan seperti Lionel Scaloni dan Messi di Argentina atau ia melepaskan status kebintangan Ronaldo dengan tak segan membangkucadangkan penyerang Al Nassr tersebut?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.