Brasil vs Jepang: Akankah Ramalan Komik Captain Tsubasa Bakal Jadi Kenyataan Malam Ini?

AKURAT.CO, Yoichi Takahashi baru berusia 18 tahun ketika ia menonton pertandingan Piala Dunia 1978 yang ketika itu digelar di Argentina. Sejak itu, remaja belasan yang kelak menjadi salah satu kartunis cum artis manga mahsyur itu tergila-gila dengan sepakbola.
Sebagai orang Jepang, kesukaan Yoichi Takahashi terhadap sepakbola jelas pengecualian. Karena pada 1978, sepakbola bukanlah olahraga yang populer karena masyarakat negaranya lebih suka baseball.
Karena pengaruh Piala Dunia 1978 itu, Yoichi Takahashi mulai menggarap kartun yang di kemudian hari menjadi serial ikonik yang membuat sepakbola kian digemari di Jepang: Captain Tsubasa.
Pun begitu, butuh waktu dua tahun untuk meyakinkan penerbit bersedia mengedarkan kartun buatan Takahashi mempertimbangkan sepakbola tidak populer di Jepang.
Episode pertama Captain Tsubasa akhirnya terbit di majalah mingguan manga Weekly Shonen Jump pada 31 Maret 1981. Sejak kemunculannya, Captain Tsubasa menjadi boom dan terbit berseri sampai 9 Mei 1998.
Pencipta seri kartun manga Captain Tsubasa, Yoichi Takahashi. X/AnimeTrendsLA.
“Sepakbola perlahan tumbuh menjadi populer (di Jepang) di abad berikut (setelah abad ke-19), sebelum meledak dalam popularitas pada 1980-an selepas penerbitan Captain Tsubasa,” tulis National Geographic Traveller edisi 13 Maret 2026.
“(Captain Tsubasa) sebuah buku seri komik manga yang menjadi sangat populer di mana sepakbola untuk sesaat menggantikan baseball sebagai olahraga paling banyak dimainkan di sekolah-sekolah Jepang.”
Dari Captain Tsubasa, Jepang akhirnya menggelar liga sepakbola pertama mereka pada 1993 yang populer dengan istilah J-League. Lima tahun kemudian, Samurai Biru bermain untuk kali pertama di Piala Dunia pada edisi 1998 di Prancis.
Empat tahun setelah Prancis, mereka menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan untuk edisi Piala Dunia 2002. Terkhusus dengan Brasil, Tim Nasional Jepang merekrut legenda Selecao, Zico, untuk memimpin mereka sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2002.
Sejak itu, Jepang menjelma menjadi kekuatan raksasa Asia yang perlahan-lahan merambati kekuasaan besar dunia.
Ramalan Jepang vs Brasil di Piala Dunia
Di Indonesia, Captain Tsubasa sangat populer di awal 2000-an terutama menjelang Piala Dunia 2002 digelar di Korea Selatan dan Jepang. Namun, yang masuk ke Indonesia ketika itu sudah dalam bentuk film kartun serial yang ditayangkan di televisi.
Sejalan dengan laga Brasil vs Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang bakal digelar di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026) atau Selasa dini hari WIB, nanti, duel ini sebenarnya adalah impian Yoichi Takahashi melalui Captain Tsubasa.
Dalam edisi Road to 2002, Takahashi menerbitkan lima babak Captain Tsubasa di Majalah Weekly Young Jump. Edisi ini dipuncaki dengan pertandingan final Piala Dunia Junior yang mempertemukan Jepang dan Brasil di Stadion Nasional Tokyo.
Hasilnya adalah kemenangan historis 3-2 untuk Jepang di mana Tsubasa sebagai kapten mencetak hattrick dalam kemenangan tersebut.
Tokoh Tsubasa Oozora yang menjadi karakter utama kartun serial Captain Tsubasa. VIZ.COM
Dalam dunia nyata, Jepang dan Brasil sudah bertemu tiga kali di Piala Dunia Junior. Yakni di perempat final 1995 di Qatar, perempat final 2003 di Uni Emirat Arab, dan fase grup edisi 2019 di Polandia. Seluruhnya dimenangi Brasil.
Adapun di Piala Dunia senior pertemuan dua negara sebelum edisi 2026 baru terjadi sekali. Yakni pada fase grup Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman di mana ketika itu Brasil menang 1-4.
Tak pelak, pertemuan di Houston malam ini akan menjadi duel pertama Brasil vs Jepang di fase gugur. Sekaligus akan menguji apakah ramalan Yoichi Takahashi melalui Captain Tsubasa bisa menjadi kenyataan.
Jepang sendiri sejatinya punya modal. Pasalnya, mereka sempat mengalahkan Brasil pada pertandingan uji coba dalam turnamen bertajuk Kirin Challenge Cup di Tokyo, 14 Oktober 2025.
Ketika itu cerita Tsubasa benar-benar terjadi. Yakni, Samurai Biru menang 3-2 dengan membalikkan keadaan di babak kedua selepas tertinggal dua gol di babak pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Link dan Cara Cek Hasil Pengumuman OSN 2026 Jenjang SD dan SMP, Cek Sekarang!
- 4Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 5Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 6Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 7Yordania vs Argentina: Messi Cetak Gol Lagi, Albiceleste Tutup Fase Grup Tanpa Terkalahkan
- 8Messi Tak Jadi Starter saat Argentina vs Yordania, Scaloni Ungkap Rencananya
- 9Komisi II DPR Belum Bahas Syarat Capres Harus Diusung Tiga Parpol Parlemen
- 10Pimpinan DPR Kumpulkan DEN, BI, Kemenkeu hingga ESDM Bahas Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi





