Puji Efek Pemain Pengganti, Casemiro Sebut Kedalaman Skuad Brasil Mengerikan

AKURAT.CO Atmosfer ruang ganti Tim Nasional Brasil tengah diselimuti kegembiraan luar biasa, usai mendepak Jepang secara tragis lewat skor 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Houston, Texas, Selasa (30/6/2026) tersebut, tidak hanya menyisakan drama di lapangan, melainkan juga mengungkap kedalaman taktik dan mentalitas baja yang dimiliki Selecao.
Kemenangan dramatis yang ditentukan oleh gol telat Gabriel Martinelli pada menit-menit akhir babak kedua ini, memicu berbagai reaksi emosional dari kedua belah kubu. Mulai dari tangis bahagia pahlawan kemenangan hingga pengakuan taktik tersembunyi sang manajer, Carlo Ancelotti.
Gabriel Martinelli yang masuk sebagai pemain pengganti dan sukses mengunci kemenangan Brasil, mengaku sangat emosional setelah peluit panjang berbunyi.
"Saya tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kegembiraan di hati saya. Setelah sempat membentur tiang gawang, saya tahu saya akan mendapat kesempatan lagi. Yang terpenting adalah membantu tim, baik saya bermain di kiri atau di tengah," kata Martinelli dikutip laman FIFA.
Senada dengan sang pahlawan, gelandang veteran Casemiro menilai kunci utama kemenangan Brasil malam itu adalah kekuatan mentalitas bertanding serta kualitas merata dari para pemain pelapis mereka.
"Kekuatan terbesar tim hari ini adalah pola pikir kami. Di Piala Dunia, sangat krusial untuk menghargai kontribusi para pemain yang datang dari bangku cadangan," kata Casemiro.
"Endrick masuk dan bermain sangat baik, Martinelli adalah pemain hebat lainnya, dan Rayan telah menggantikan Raphinha dengan sangat baik. Itulah semangatnya, dan ini adalah skuad yang tepat untuk memenangkan Piala Dunia."
Di balik ketegangan di pinggir lapangan, pelatih kepala Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Don Carlo ternyata sengaja menahan megabintang Neymar Jr untuk menjadi senjata pamungkas andai laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu (extra time).
"Kami tidak kehilangan kesabaran, kami memiliki banyak sumber daya di dalam lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah, mereka sangat terorganisir dan intens," kata Ancelotti.
"Jujur, saya sengaja menyimpan Neymar untuk babak perpanjangan waktu. Dia dijadwalkan masuk pada menit ke-105 jika kami tidak mencetak gol kedua. Saya tidak ingin mengubah struktur tim lebih awal karena tim sedang bermain bagus."
Di sisi lain, kekalahan ini menghadirkan duka mendalam bagi Samurai Biru. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mengaku hancur namun tetap mengapresiasi perjuangan mati-matian anak asuhnya sepanjang turnamen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk






