Gaji Empat Bulan Belum Dibayar, Perwakilan Pemain dan Ofisial PSBS Biak Datangi Kantor I.League

AKURAT.CO, Permasalahan tunggakan gaji yang membelit PSBS Biak kembali mencuat ke publik.
Manajemen PSBS Biak disebut belum menyelesaikan pembayaran hak pemain dan ofisial selama empat bulan, yakni sejak Februari hingga Mei 2026.
Kondisi tersebut membuat perwakilan tim mengambil langkah dengan mendatangi kantor I.League di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Asisten Manajer PSBS Biak, Erol Iba, hadir mewakili para pemain dan ofisial yang hingga kini belum menerima hak mereka.
Erol mengungkapkan, total ada 54 orang yang terdampak persoalan tersebut. Mereka terdiri dari pemain, jajaran pelatih, hingga staf pendukung tim seperti sopir bus, kitman, dan masseur.
"Totalnya (gaji) empat bulan yang kita belum dibayarkan. Berarti sampai dengan sekarang kita tagih ke direksi itu, sudah enam bulan belum ada kabar-kabarnya," kata Erol Iba di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ia juga menunjukkan surat yang telah ditandatangani seluruh pihak yang terdampak sebagai bentuk tuntutan kepada manajemen klub. Menurutnya, seluruh elemen tim bersatu meminta penyelesaian atas hak yang belum diterima.
Erol Iba menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas sepakbola, tetapi juga kehidupan sehari-hari para pemain dan ofisial.
Sejumlah keluarga disebut mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat belum dibayarkannya gaji.
"Ada beberapa anak dari pemain, dari pelatih yang bahkan tidak sekolah. Bahkan token listrik pun enggak bisa dibayar. Yang kuliah ada yang mau di-DO (drop out)," ujarnya.
Menurut Erol, situasi tersebut menjadi beban berat bagi seluruh anggota tim. Ia menilai kondisi itu seharusnya mendapat perhatian serius dari pihak direksi PSBS Biak.
"Itu dampak dari kita belum menerima gaji ini dan itu sama sekali enggak didengarkan sama direksi PSBS," tegas mantan bek kiri Timnas Indonesia tersebut.
Dalam upaya mencari solusi, Erol mendatangi kantor I.League untuk meminta penjelasan terkait informasi mengenai dana deposito klub yang sebelumnya sempat disinggung Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Ia mengaku mendapatkan masukan dari pihak I.League agar direksi PSBS Biak hadir langsung untuk membahas mekanisme penyelesaian tunggakan gaji bersama seluruh pihak terkait.
"I.League menyarankan kalau bisa direksinya datang ke sini, ketemu dan bicara bagaimana baiknya untuk pembayaran gaji kita," ujar Erol.
Erol juga menyinggung pernyataan Yunus Nusi saat final Liga 2 yang menyebut gaji pemain PSBS Biak seharusnya aman karena adanya dana deposito yang ditahan.
Namun, hingga kini menurutnya belum ada kejelasan mengenai penggunaan dana tersebut.
"Pak Sekjen sendiri pernah menyampaikan bahwa gaji pemain PSBS aman karena ada deposit yang ditahan. Cuma sampai sekarang yang kata aman itu saya pertanyakan di mana, kenapa sampai sekarang belum selesai," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







