Akurat Logo

Liga Indonesia Putri Dimulai 17 Oktober 2026, Diikuti Enam Klub

Zainal Hasan | 11 Agustus 2026, 15:42 WIB
Liga Indonesia Putri Dimulai 17 Oktober 2026, Diikuti Enam Klub
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam acara konferensi pers Indonesia Womens League 2026 di Kantor I.League, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). AKURAT.CO/Zainal Hasan

AKURAT.CO, Kompetisi sepakbola putri Indonesia akhirnya kembali bergulir. I League memastikan Indonesia Women’s League 2026-2027 atau Liga Indonesia Putri akan mulai digelar pada 17 Oktober 2026.

Pada edisi perdana ini, Indonesia Women’s League 2026-2027 diikuti enam klub. Mereka adalah Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United Banten, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif bergulirnya kembali kompetisi sepakbola putri. Ia menegaskan bahwa liga tersebut tidak boleh hanya menjadi kompetisi sesaat.

Erick Thohir mengatakan bahwa keenam klub peserta telah berkomitmen untuk mengikuti kompetisi setidaknya selama lima tahun.

Menurutnya, komitmen tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan sepak bola putri di Indonesia.

"Terima kasih I.League yang terus berkomitmen bersinergi dengan program besar di PSSI. Saya bersyukur dan terharu. Kita tak pernah menomorduakan sepakbola putri," ujar Erick Thohir dalam jumpa pers di Kantor I.League.

"Liga tidak dilahirkan untuk pencitraan terus berhenti di tengah jalan. Klub-klub ini sudah berkomitmen untuk lima tahun. Jangan sampai kita lahirkan liga tanpa ada yang menjaga keberlanjutan itu."

https://www.akurat.co/bola/877806/hadirkan-srikandi-merdeka-cup-teddy-tjahjono-buka-jam-terbang-internasional-pesepakbola-putri

Indonesia Women’s League 2026-2027 nantinya digelar setiap akhir pekan dengan konsep terpusat. Mayoritas pertandingan akan berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertandingan pembuka akan mempertemukan Persita Tangerang dengan Persija Jakarta.

Direktur I.League, Teddy Tjahjono, menjelaskan, beberapa pertandingan Liga Wanita Indonesia juga akan disandingkan dengan pertandingan Super League. 

Konsep tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perhatian terhadap kompetisi sepakbola putri.

"Namun nantinya juga akan ada beberapa pertandingan yang digabung pelaksanaannya dengan pertandingan Super League pria," ucap Teddy Tjahjono.

"Misalnya malamnya pertandingan Super League, sorenya Liga Wanita Indonesia di lokasi yang sama sehingga ikut mempopulerkan Liga Wanita Indonesia."

Menariknya, Indonesia Women’s League 2026-2027 akan menggunakan sistem draft pemain.

Mekanisme tersebut diterapkan karena kompetisi baru pertama kali kembali digelar dan bertujuan menciptakan pemerataan kekuatan antartim.

Setiap klub juga diperbolehkan mengontrak maksimal empat pemain asing. Selain itu, kompetisi akan menerapkan aturan marquee player.

Dua pemain naturalisasi Indonesia, Estella Loupatty dan Isabel Kopp, dipastikan ambil bagian dalam kompetisi dan masuk kategori marquee player.

"Kita sudah beberapa kali mengadakan pertemuan termasuk pembahasan teknis dan draft. Kita ingin ada pemerataan di awal," sambung Teddy.

Dari sisi finansial, I.League memastikan enam klub peserta mendapatkan dukungan berupa subsidi.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa tidak ada klub yang akan mengalami kesulitan finansial di tengah kompetisi.

"Finansial akan tercukupi. Tidak ada klub yang akan kekurangan. Di atas rata-rata. Pemain diaspora saja ada yang balik main disini," ujar Ferry Paulus.

Bergulirnya Indonesia Women’s League 2026-2027 sekaligus mengakhiri penantian panjang pesepak bola putri Indonesia.

Kompetisi sepakbola putri terakhir kali digelar pada 2018. PSSI bersama I.League telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua tahun sebelum kompetisi akhirnya diwujudkan pada 2026.

"Persiapan cukup lama selama dua tahun yng intensif. Talent pool tahun belakangan semakin bertambah dengan adanya kompetisi usia dini yang masif," kata Komisaris PT Liga Indonesia Putri, Vivin Cahyani Sungkono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.