Akurat Logo

FIFA Izinkan Suporter Tandang, Kecuali Persija vs Persib dan Persebaya vs Arema

Zainal Hasan | 12 Agustus 2026, 11:41 WIB
FIFA Izinkan Suporter Tandang, Kecuali Persija vs Persib dan Persebaya vs Arema
Suporter Bali United saat mendukung timnya melawan PSIM Yogyakarta. ANTARA.

AKURAT.CO, Kabar baik datang bagi suporter sepakbola Indonesia. Kebijakan larangan suporter tandang (away) yang selama tiga musim terakhir diberlakukan di kompetisi kasta tertinggi bakal dilonggarkan mulai Super League 2026-2027.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan perubahan kebijakan tersebut kepada FIFA. Usulan itu mendapat lampu hijau dari federasi sepakbola dunia.

Kebijakan larangan awaydays sebelumnya diberlakukan sebagai bagian dari proses transformasi sepakbola Indonesia setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Pembatasan tersebut menjadi salah satu kesepakatan yang melibatkan PSSI, Pemerintah, dan FIFA.

Ferry Paulus mengatakan bahwa keputusan untuk kembali membuka akses suporter tandang tidak diambil secara tiba-tiba. Menurutnya, dalam setahun terakhir persoalan yang berkaitan dengan suporter tandang dinilai sudah jauh berkurang.

"Iya, perjalanan panjang ya. Perjalanan panjang yang sudah terus kami deliver, terutama tahun terakhir ini, bisa dibilang beberapa persoalan-persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim," ujar Ferry Paulus setelah konferensi pers Indonesia Women's League 2026-2027 di Kantor I.League, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

"Nah, dengan dasar itu, kami coba propose ke FIFA, dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan," jelasnya.

https://akurat.co/bola/881265/dirut-i-league-pastikan-persija-vs-persib-12-september-di-gbk-izinkan-penonton

Meski demikian, kembalinya awaydays bukan berarti suporter bebas hadir di seluruh pertandingan tandang. FIFA memberikan persetujuan dengan sejumlah syarat yang harus dipatuhi klub maupun kelompok suporter.

Ferry menegaskan seluruh aturan terkait keamanan harus dijalankan. Klub juga diminta tidak mencari celah atau menyiasati ketentuan yang telah ditetapkan.

"Dengan catatan, ini mungkin yang harus teman-teman suporter, klub, bukan mensiasati, tapi mematuhi segala apa yang sudah beberapa kali kita sampaikan ke semua klub," terang Ferry.

"Jadi klub-klub itu kita sudah sampaikan apa-apa saja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga."

Dalam penerapannya, keputusan akhir mengenai kehadiran suporter tandang tetap mempertimbangkan aspek keamanan. Ferry menyebut kepolisian memiliki kewenangan untuk menentukan apakah suporter tamu dapat hadir dalam sebuah pertandingan.

Artinya, meski kebijakan awaydays secara umum kembali dibuka, laga dengan tingkat rivalitas tinggi tetap dapat diberlakukan pembatasan.

"Iya, jadi catatan utamanya adalah bahwa semua kebijakan diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam arti perizinan kepolisian," ucap Ferry.

"Jadi memang digarisbawahi khusus klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi ya, termasuk juga yang ada indikasi dari sisi, apa namanya, intelijen, ya dilarang untuk dilakukan misalnya," tuturnya.

Ferry kemudian menyebut dua pertandingan yang dipastikan masih masuk kategori pengecualian, yakni Arema FC kontra Persebaya dan Persija Jakarta melawan Persib Bandung.

"Ya, terutama misalnya seperti Arema FC melawan Persebaya, Persija sama Persib, itu tetap di-locked," kata Ferry.

"Nah, bisa jadi ada kebijakan-kebijakan lain yang juga melarang, tetapi indikatornya, basic-nya adalah dari informasi atau keputusan dari keputusan kepolisian."

Dengan demikian, Super League 2026-2027 akan menjadi awal baru bagi budaya tur tandang suporter di Indonesia setelah tiga musim mengalami pembatasan.

Namun, pelaksanaannya tetap akan bergantung pada kepatuhan klub dan suporter serta penilaian keamanan di masing-masing pertandingan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.