FAM Pilih Presiden Baru 17 September Pasca Kasus Pemalsuan Dokumen, Ini Kandidatnya

AKURAT.CO, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) bakal menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih presiden baru pada 17 September mendatang. Helat ini diharapkan bisa menyelesaikan krisis di tubuh federasi sepakbola Negeri Jiran itu.
Pemilihan Presiden FAM kali ini digelar setahun setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada organisasi tersebut berkenaan skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia.
Skandal tersebut berdampak pada denda sebesar 350 ribu Franc Swiss kepada FAM, 2.000 Franc Swiss kepada tujuh pemain bersangkutan, dan pembatalan kemenangan Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Sejauh ini ada dua kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden FAM untuk periode mendatang. Yakni Ab Ghani Hassan yang saat ini menjabat sebagai Presiden Liga Sepakbola Malaysia (MFL) dan Shahril Mokhtar yang saat ini adalah Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Selangor.
Suksesi tahun ini juga ditandai dengan keputusan eks Presiden FAM, Tan Sri Hamidin Amin, yang tak hendak ikut dalam pemilihan. Hamidin adalah Presiden FAM pada periode 2018-2025.
https://akurat.co/bola/838459/cas-tolak-banding-fam-kasus-naturalisasi-pemain-timnas-malaysia
Ia dianggap sosok yang punya pengaruh kuat di FAM namun mundur pada akhir 2024 sejalan dengan beberapa insiden serangan terhadap sejumlah pemain Timnas Malaysia di tahun yang sama.
FAM kekosongan posisi presiden pasca pengganti Hamidin, Datuk Mohd Joehari Bin Mohd Ayub, mundur pada Agustus 2025 menyusul isu pemalsuan dokumen naturalisasi pemain Timnas Malaysia.
Setelah itu FAM dipimpin oleh Pelaksana Tugas Presiden yang dipegang oleh Datuk Mohd Yusoff Mahadi. Yusoff Mahadi pun mundur sekalian anggota komite eksekutifnya pada Februari tahun ini.
Pemilihan 17 September mendatang merupakan momen krusial bagi Malaysia untuk keluar dari krisis pasca skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Para pemilik suara diharapkan benar-benar bertanggungjawab dengan pilihannya.
“Semua orang bertanggungjawab sekarang. Jika delegasi (pemilih hak suara) hanya pemberi stempel untuk struktur kekuasaan lama yang sama, mereka tidak bisa berbalik banda dan menunjuk jari pada kepemimpinan setelahnya,” kata eks pemain Timnas Malaysia, Datuk Jamal Nasir sebagaimana dipetik dari New Strait Times.
“Seluruh tanggung jawab ada pada mereka.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






