Akurat
Pemprov Sumsel

Surat Kaleng 'Guncang' Sepakbola Malaysia, Sebut Korupsi di FAM dan Mundurnya Kim Pan-gon

Badri | 5 April 2024, 20:40 WIB
Surat Kaleng 'Guncang' Sepakbola Malaysia, Sebut Korupsi di FAM dan Mundurnya Kim Pan-gon

AKURAT.CO, Sepakbola Malaysia sedang panas dalam sepekan terakhir. Tak lain karena surat kaleng yang beredar pada Minggu (31/4) atau sehari sebelum Kongres Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM).

Dalam surat yang menyebar secara daring itu, disebutkan bahwa Presiden FAM, Datuk Hamidin, menerima gaji sebesar 90 ribu Ringgit Malaysia (sekitar Rp301 juta) per bulan.

Tuduhan lain dalam surat tersebut adalah praktik suap, penyelewengan, dan salah urus pendanaan FAM. Disebutkan juga nama orang-orang di FAM yang terlibat dengan tuduhan tersebut.

Baca Juga: Satiananthan: FAM Harus Bertanggungjawab Atas Kegagalan Malaysia di Piala AFF

Sejurus setelah surat kaleng ini muncul, di hari Kongres FAM muncul pula isu bahwa Pelatih Timnas Malaysia, Kim Pan-gon, sebenarnya telah mengajukan surat mengundurkan diri.

Namun demikian, belakangan pelatih asal Korea Selatan yang direkrut sejak 2021 tersebut membantahnya. Adapun kontrak Kim Pan-gon baru akan berakhir pada Desember 2025.

“Saya langsung menghubungi Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin, untuk menjelaskan masalah ini dan saya memberi jaminan bahwa misi saya bersama skuad Harimau Malaya belum selesai dan saya tidak akan meninggalkan tim begitu saja,” kata Kim Pan-gon dalam pernyataannya sebagaimana dipetik dari The Star.

Adapun Datuk Hamidin sendiri merespons surat kaleng tersebut dengan mengatakan bahwa gaji yang diperolehnya sebagai Presiden FAM adalah urusan pribadi. Pejabat yang memimpin FAM sejak 2018 itu mengaku terganggu.

“Bahkan (media) pun ingin tahu (jumlah gaji saya). Saya tidak bisa (mengatakannya). Itu adalah urusan pribadi di dalam FAM. Ini terlalu jauh,” kata Hamidin.

Baca Juga: Saddil Dikabarkan Dilarang Klub Malaysia Bela Timnas, PSSI Bakal Surati FAM

FAM awalnya ingin memperkarakan surat kaleng tersebut ke penegak hukum. Namun, belakangan mereka membatalkannya namun tetap mengizinkan komite independen yang terdiri dari Kepolisian Malaysia dan Komisi Anti Korupsi menelisik masalah ini.

Panasnya situasi FAM dan sepakbola Malaysia tak terlepas dari hasil negatif tim nasional sepanjang tahun ini. Mereka tersingkir di babak penyisihan Piala Asia dan berpotensi terhenti di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Malaysia sendiri tergabung di Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat ini mereka berada di posisi ketiga klasemen sementara di bawah Kirgiztan dan Oman serta unggul dari Chinese Taipei di peringkat terbawah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H