FAM Pilih Eks Ketua Mahkamah Agung Malaysia Pimpin Tim Independen Penyelidik Kasus Dokumen Palsu

AKURAT.CO, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah memilih mantan Ketua Mahkamah Agung mereka, Tun Md Raus Sharif, sebagai ketua tim independen penyelidik kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Selanjutnya, FAM menyerahkan wewenang untuk memilih anggota tim independen ini kepada Tun Md Raus Sharif. FAM berharap kerja tim ini bisa memberikan hasil penyelidikan yang memadai.
“Berdasarkan kredibilitas dan pengalaman luas beliau, Tun Md Raus bersama anggota tim independen yang akan dipilih oleh beliau sendiri akan dapat bersama-sama menjalankan proses penyelidikan secara teliti dan menyeluruh sebelum membuat satu rumusan penyelidikan tersebut nantinya,” tulis FAM di laman resmi mereka, Senin (27/10).
Baca Juga: FIFA Putuskan Banding FAM Terkait Sanksi Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Akhir Oktober
Tun Md Raus Sharif adalah Ketua Mahkamah Agung Malaysia pada periode 4 April 2017-10 Juli 2018. Mantan pengacara kelahiran Rembau, Malaysia, 4 Februari 1951 ini dianggap layak mempertimbangkan rekam jejaknya di dunia internasional.
Tim independen penyelidikan kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi ini kali pertama diumumkan oleh Wakil Presiden FAM, Datuk S Sivasundaram, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Oktober lalu.
Dalam konferensi pers yang tegang tersebut Sivasundaram menegaskan bahwa anggota tim independen ini harus diisi oleh pihak-pihak yang bebas dari afiliasi langsung dengan FAM.
Pembentukan tim independen penyelidik ini adalah dampak baru dari sanksi FIFA terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Baca Juga: Pelatih Timnas Malaysia Minta Maaf kepada FAM, Tak Ada Niat untuk Tak Menghormati
Dalam keputusan yang diumumkan pada 25 September silam, FIFA menghukum FAM denda sebesar 250 ribu Franc Swiss dan masing-masing 2.000 Franc Swiss berikut larangan aktifitas di dunia sepakbola selama 12 bulan untuk pemain naturalisasi yang terlibat.
Ketujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Isu ini menjadi tidak sederhana di Malaysia karena membawa nama Pangeran Johor, Tunku Ismail Bin Ibrahim, yang dianggap sebagai penanggungjawab Tim Nasional Malaysia. Termasuk dengan kebijakan mendatangkan tujuh pemain naturalisasi yang dipersoalkan oleh FIFA.
Adapun Malaysia saat ini sedang menunggu hasil sidang banding FIFA yang akan diumumkan pada 30 Oktober mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








