Akurat Logo

Semaikan Benih Pembinaan di JIS, Festival SenengSoccer Pintu Masuk Sepak Bola Putri Sejak Dini

Dian Eko Prasetio | 24 Oktober 2026, 20:22 WIB
Semaikan Benih Pembinaan di JIS, Festival SenengSoccer Pintu Masuk Sepak Bola Putri Sejak Dini
Peserta KU 8 mengikuti berbagai tantangan dalam Festival SenengSoccer di Jakarta International Stadium (JIS). - Djarum Foundation

AKURAT.CO Langkah taktis untuk memperkenalkan sekaligus menumbuhkan gairah sepakbola putri sejak usia dini terus digaungkan secara berkelanjutan.

Bertempat di kemegahan Jakarta International Stadium (JIS), sebanyak 68 siswi dari 12 SD dan MI di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya antusias mengikuti ajang Festival SenengSoccer, Sabtu (24/10/2026).

Festival pengenalan ketangkasan ini merupakan salah satu mata kegiatan dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 Musim 2026–2027 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.

Baca Juga: Empat Sekolah Segel Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 di Bekasi dan Kudus

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan bahwa pemberian pengalaman bermain yang positif di tingkat grassroots menjadi pintu masuk penting untuk mengasah potensi, membangun keberanian, serta melatih interaksi sosial anak-anak sebelum melangkah ke level kompetitif.

"Kami ingin Festival SenengSoccer menjadi pintu masuk bagi para siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini. Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki," ujar Chandra.

Dorong Peran Sekolah Identifikasi Potensi Pemain

Lebih lanjut, Chandra menjelaskan bahwa Festival SenengSoccer juga berfungsi sebagai panggung awal bagi pihak sekolah untuk mengidentifikasi bakat-bakat terpendam para siswinya sejak dini.

Sinergi berkelanjutan dari sekolah melalui pembentukan tim dan jadwal latihan rutin dinilai menjadi kunci utama agar potensi para siswi dapat terwadahi hingga siap berlaga di kategori umur yang lebih tinggi.

"Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepakbola putri. Dengan begitu, pengalaman yang didapatkan dalam festival ini bisa menjadi awal dari proses pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan siswi untuk berpartisipasi dalam kompetisi KU 10 MilkLife Soccer Challenge," tambah Chandra.

Baca Juga: Puji Ekosistem Surabaya, Jacksen F Tiago Sebut Talenta MilkLife Soccer Challenge Kian Matang

Uji Ketangkasan Motorik dan Teknik Dasar

Penyelenggaraan Festival SenengSoccer menguji berbagai aspek ketangkasan dan teknik dasar mengolah si kulit bundar. Para peserta diuji melalui rintangan yang mengombinasikan kelincahan motorik dan akurasi, mulai dari dribbling, passing & control, 1 on 1, throw-in, shoot on target, hingga penalty shoot.

Setiap peserta diminta lari zig-zag, melakukan lemparan ke dalam ke target sasaran, menggiring bola di lintasan berkelok, melompat dengan dua kaki melewati rintangan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke gawang dan berlari sprint menekan tombol penghenti waktu (timer).

Siswa berusia tujuh tahun dari SDN Cipulir 03, Naufalyn Fikria Rabbani, sukses menjadi peserta tercepat setelah menuntaskan seluruh rintangan dengan catatan waktu mengesankan, yakni 35,52 detik.

Naufalyn unggul dari Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) di posisi kedua dengan waktu 41,76 detik, serta Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01) di urutan ketiga dengan catatan 42,90 detik.

"Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat," ungkap Naufalyn penuh semangat.

Keberhasilan Naufalyn menyabet predikat peserta tercepat diapresiasi penuh oleh pelatih SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh. Ia membeberkan bahwa potensi muridnya tersebut terus terasah berkat konsistensi latihan dua hingga tiga kali sepekan, meskipun dengan keterbatasan fasilitas yang memanfaatkan area lantai sekolah.

Soleh menilai, kemampuan dasar Naufalyn yang juga berlaga di kategori KU 10 MLSC Jakarta Jaya Seri 1 ini menjadi modal berharga untuk diproyeksikan ke tingkat yang lebih tinggi.

"Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain sepakbola yang lebih baik pada masa mendatang. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik. Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan rutin agar ia siap bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk KU 12," jelas Soleh.

Secara keseluruhan, gelaran MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 diikuti oleh 1.600 siswi dari 112 SD/MI di Jakarta dan sekitarnya.

Kompetisi berformat 7 vs 7 ini terbagi ke dalam 32 tim untuk Kategori Usia (KU) 10 serta 111 tim untuk KU 12.

Rangkaian persaingan sengit MLSC Jakarta Jaya Seri 1 akan langsung mencapai puncaknya melalui babak semifinal dan final untuk KU 10 dan KU 12 yang digelar di rumput Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (25/10/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.