Pentingnya Memahami Sertifikasi ISPO bagi Pengusaha Sawit

AKURAT.CO Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengupayakan percepatan sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan (ISPO), bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit.
"Industri kelapa sawit memberikan kontribusi yang sangat besar. Hal tersebut menjadi tantangan bagi kita dalam pemenuhan standar ISPO yang menjadi perhatian dunia dalam aspek keberlanjutan yang tentu sangat mempengaruhi daya saing sawit Indonesia di dunia Internasional," jelas Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan, Heru Tri Widarto, di sela perhelatan Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2024 di Tangerang.
Pada kesempatan mengunjungi Klinik Perkebunan, salah satu pengunjung stand, Eka Yulianti, dari Dinas Perkebunan Kalimantan Barat berkonsultasi terkait upaya percepatan penerapan ISPO melalui pendekatan yurisdiksi yang dilakukan Ditjen Perkebunan Kementan.
Ketua Tim Kerja Penerapan dan Pengawasan Mutu, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ratna Sariati Manalu, mengatakan, bahwa penyederhanaan komponen dari ISPO dilakukan tanpa mengganggu keberlanjutan kelapa sawit menjadi salah satu solusi untuk mendorong para pelaku usaha untuk mengikuti sertifikasi ISPO.
"Sertifikasi ISPO dapat dilaksanakan dengan pendekatan yurisdiksi dengan menggunakan metode Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan teknik pengambilan datanya," jelasnya.
Baca Juga: F1 GP Singapura: Lando Norris Raih Kemenangan Ketiga, Pangkas Selisih dari Max Verstappen
Pengunjung Klinik Perkebunan lainnya, Alwan dari Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) menyampaikan bahwa pelaku usaha sangat membutuhkan komitmen dari pemerintah daerah dalam mendukung sertifikasi ISPO.
Harapannya supaya ada panduan dalam pelaksanaan mengikuti sertifikasi ISPO, dengan menggunakan pendekatan yurisdiksi.
Ratna Sariati Manalu menjelaskan bahwa percepatan sertifikasi ISPO melalui pendekatan yurisdiksi, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai produsen minyak sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Serta memenuhi target pembangunan hijau nasional dan internasional.
Gelaran Bunex 2024 menunjukkan Klinik Perkebunan masih menjadi daya tarik bagi pengunjung pameran. Sekitar 187 pengunjung yang mendatangi Klinik Perkebunan.
Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan dan profesi, antara lain pejabat pemerintah daerah, praktisi, pelaku usaha, asosiasi, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang datang untuk berkonsultasi, mencari informasi guna menambah wawasan dan pengetahuan seputar komoditas perkebunan.
Baca Juga: BNPT Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan Mitra Deradikalisasi di Sumatera Utara
Dengan adanya Klinik Perkebunan pada Bunex 2024 harapannya dapat memberikan layanan informasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pada umumnya dan stakeholder perkebunan khususnya dapat terwujud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







