Kemendagri Dorong Papua Tengah Tingkatkan PAD untuk Perkuat Kemandirian Fiskal

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah memperkuat kapasitas fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menegaskan, di tengah upaya pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, termasuk penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), daerah perlu lebih proaktif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan lokal.
“Peningkatan PAD tidak hanya soal menambah pendapatan, tetapi juga membangun kemandirian dan ketahanan fiskal daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan,” kata Yusharto, Jumat (9/5/2025).
Ia menjelaskan, penguatan PAD dan perbaikan tata kelola fiskal menjadi kunci penting untuk mempercepat pembangunan daerah, menurunkan ketimpangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami harap, melalui komitmen yang kuat dan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, serta masyarakat, ekonomi Papua Tengah dapat tumbuh secara konsisten," tambahnya.
Yusharto juga mendorong Pemprov Papua Tengah untuk lebih mengoptimalkan sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian, pertambangan, dan perikanan, khususnya komoditas tuna, cakalang, dan tongkol.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 Halaman 55: Subtema 2 Aku Anak Mandiri
Selain itu, sektor perkebunan, terutama kopi, dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD jika dikelola secara strategis dan berkelanjutan.
Berdasarkan data realisasi anggaran Tahun Anggaran 2024, sekitar 60 persen pendapatan Papua Tengah masih bergantung pada transfer pusat, menjadikan wilayah ini masuk dalam kategori daerah dengan kapasitas fiskal lemah.
"Hal ini yang perlu kita benahi bersama agar PAD di Papua Tengah dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Selain itu, Yusharto menekankan pentingnya peningkatan kualitas perencanaan anggaran dan efisiensi belanja daerah untuk menghindari defisit kas dan memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyusunan perencanaan jangka menengah dan tahunan yang terintegrasi, didukung oleh pengelolaan sumber daya aparatur dan keuangan daerah yang optimal.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan mampu mengelola alokasi sumber daya dan keuangan dengan baik agar perencanaan pembangunan berjalan efektif dan saling terintegrasi," tutupnya.
Baca Juga: Akhir Pekan Ini, Lima Museum Ikonik Jakarta Buka hingga Malam Hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









