Tingkat Kepuasan Kinerja Pramono-Rano Peringkat ke-5, Jadi Bahan Evaluasi Pemprov Jakarta

AKURAT.CO Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia, mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja 100 hari pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, berada di peringkat ke-5.
Menanggapi hasil itu, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, tak menampik bahwa survei akan dijadikan bahan evaluasi mendalam oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
"Apapun itu, semua hasil survei khususnya dari lembaga yang kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan, tentu selalu menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi kami," ujar Chico saat dikonfirmasi, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: Tak Mau Ondel-Ondel Jadi Alat Mengamen di Jalanan, Pramono Akan Buat Regulasi Khusus
Namun, dia menegaskan membaca hasil survei tidak bisa dilakukan secara hitam-putih. Menurutnya, banyak variabel yang memengaruhi hasil akhir survei, mulai dari metode survei, latar belakang responden, hingga bentuk pertanyaan yang diajukan.
"Artinya, pertanyaan seperti apa yang dilempar ke responden, prosentase responden dengan level pendidikan tertentu, dan variabel lainnya harus diperhatikan," tambahnya.
Dalam data survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur Pramono Anung berada di angka 60 persen, sementara Wakil Gubernur Rano Karno mendapat 60,5 persen. Meski masuk lima besar, angka ini tergolong menengah bila dibandingkan kepala daerah lainnya di Pulau Jawa.
Chico justru melihat di bidang-bidang prioritas, Pramono menunjukkan kinerja unggul. Selain itu menurutnya, karakter masyarakat Jakarta yang lebih heterogen dan berpendidikan tinggi membuat standar kepuasan publik di ibu kota cenderung lebih tinggi.
"Masyarakat Jakarta jauh lebih kritis dan tak mudah puas. Ini wajar mengingat tingkat pendidikan dan paparan informasi mereka juga sangat tinggi," ujarnya.
Dia memastikan, fokus utama kepemimpinan Pramono-Rano adalah bekerja sistematis dan menjalankan program-program yang terukur, bukan mengejar popularitas semata.
Baca Juga: Sebanyak 3.419 CPNS Provinsi Jakarta Resmi Terima SK, Gubernur Pramono Anung: Kerja Keras untuk Sampai Posisi Strategis
Sebelumnya, peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut bahwa hasil ini juga harus menjadi otokritik bagi Pemprov Jakarta.
"Padahal eksposur media dan media sosial di Jakarta tinggi. Ini seharusnya jadi keunggulan, bukan tantangan," kata Burhanuddin dalam rilis resminya.
Dengan capaian tersebut, publik kini menanti langkah konkret dari Pemprov Jakarta untuk menjawab ekspektasi warga Jakarta, terutama dalam menyambut masa kerja yang masih panjang di bawah duet Pramono-Rano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







